humassulbar

humassulbar

Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop-UKM) Provinsi Sulawesi Barat menjalin kerjasama dengan Balai Diklat Industri (BDI) Makassar untuk pendidikan dan pelatihan berbasis kompetensi SDM industri. Menjalin kerjasama juga dengan Sekolah Menengah Kejuruan SMAK Makassar untuk penumbuhan dan pengembangan SDM industri dan UKM. Kerjasama tertuang dalam nota kesepakatan bersama yang ditandatangani Kepala Dinas Perindagkop-UKM Sulbar Bau Akram Dai, dengan pimpinan dua lembaga di bawah naungan Kementerian Peindustrian RI itu. Yakni Kepala BDI Makassar C. Elisa Martina Katili, dan Kepala SMK - SMAK Makassar Bahtiar Rahmani. Penandatanganan dilakukan di Makassar, Senin lalu. Kadis Perindagkop-UKM, Bau Akram Da'i mengatakan , pihaknya melakukan upaya untuk membantu dan mendorong pemberdayaan pelaku usaha dan IKM. Salah satunya, menjalin kerjasama dengan berbagai pihak untuk pembinaan SDM dan peningkatan kompetensi pelaku usaha industri dan UKM. Seperti dengan BDI Makassar dan SMK-SMAK untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas produksi usaha industri dan UMKM supaya terus berkembang. "Kita terus melakukan berbagai upaya, menjalin kerjasama berbagai pihak dalam rangka pembinaan SDM dan meningkatkan kemampuan usaha industri dan UKM, begitupun kualitas produknya," jelas Bau Akram, Jumat (14/01). Dengan pembinaan dan pelatihan, katanya, para pelaku industri kecil dan UMKM akan mendapat pelajaran dan pengalaman yang bermanfaat untuk meningkatkan kualitas produknya. Kepala Bidang Industri Disperindagkop-UKM, Akbar Atjo menambahkan, kerjasama dengan BDI dan SMK-SMAK sangat bermanfaat bagi IKM dan UMKM di Sulbar. Selain mendapatkan pengetahuan dan pengalaman, juga sertifikat kompetensi. Pelatihan yang akan dilakukan Pusdiklat Industri dan BDI menggunakan sistem three in one (3 in 1), yaitu pelatihan, sertifikasi kompetensi dan penempatan kerja. Dijelaskan, bahwa sertifikasi kompetensi sangat bermanfaat karena memastikan kompetensi lulusan pelatihan. Untuk hal tersebut, pihak BDI memiliki Tempat Uji Kompetensi (TUK) dan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP), serta menyiapkan perangkat terkait. "Setelah penyelenggaraan pelatihan dan sertifikasi, proses terakhir adalah penempatan lulusan berdasarkan kerjasama yang telah disepakati dengan pihak industri," jelas Akbar…

Pemprov Sulbar melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sulbar menyerahkan sejumlah bantuan kepada Kelompok Nelayan di Sulbar. Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Asisten III Administrasi Umum Setda Sulbar, Jamil Barambangi, bersama Kepala DKP Sulbar, Fadli Syamsudin, di Pelabuhan TPI Kabupaten Mamuju beberapa waktu lalu. "Jadi beberapa hari yang lalu kami melakukan penyerahan bantuan secara simbolis kepada masyarakat nelayan di Pelabuhan TPI. Bantuan ini diperuntukkan bagi para nelayan di seluruh kabupaten yang ada di Sulbar termasuk di daerah Mamasa,"sebut Fadli Syamsudin saat diwawancara, Rabu,12 Januari 2022 Fadli menuturkan, bantuan tersebut bersumber dari anggaran program diperuntukkan kepada kelompok nelayan di seluruh Sulbar, proses penyerahannya juga diserahkan secara bertahap. Disebutkan, pada Tahun 2021 terdapat sedikit kendala dalam meraih target dari program unggulan DKP Sulbar, yang mana dari pokok pergeseran anggaran terjadi kelambatan disebabkan beberapa faktor, mulai dari pandemi Covid-19 hingga bencana alam gempa bumi, yang mengakibatkan program bantuan kepada masyarakat itu masih ada yang belum terealisasi dan harus menyeberang pada tahun 2022. "Yang kami lakukan saat ini dinilai masih kecil, namun ke depan dengan track perencanaan yang benar-benar matang, kami yakin masyarakat Sulbar khususnya bagi para nelayan dapat maju berkembang dan tumbuh ke depan, mengingat jumlah nelayan yang ada di Sulbar ini mencapai 45 persen atau kisaran 700 ribu orang , akan diberdayakan untuk menjadi masyarakat yang lebih baik dan mandiri,"pungkasnya Adapun jenis bantuan berupa, Kapal 5 GT sebanyak 3 unit, Kapal 3 GT sebanyak 3 unit, Perahu Mini sebanyak 2 unit, Mesin Katinting 6,5 PK sebanyak 51 unit, Mesin Katinting 9 PK sebanyak 126 unit, Mesin Katinting 12 PK sebanyak 61 unit, Mesin Katinting 12 PK sebanyak 20 unit, Alat Tangkap Jaring sebanyak 180 set, Alat Tangkap WO 6 sebanyak 13 paket, Mesin Dalam Jiandong 16 PK sebanyak 1 unit, Mesin Dalam Jiangdong 24 PK sebanyak 2 unit, Mesin Dalam Jiandong 30…

Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar melakukan pertemuan dengan para pimpinan pemegang izin usaha pertambangan (IUP) komoditas Se-Sulawesi Barat dan Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Tribun Merah Putih Kantor Gubernur Sulbar, Selasa, 4 Januari Pada pertemuan itu, Gubernur Sulbar didampingi Sekprov Sulbar, Muhammad Idris, Kakanwil Bea Cukai Sulawesi Bagian Selatan, Nugroho Wahyu Widodo, Kepala BI Perwakilan Sulbar, Hermanto Asisten II bidang Ekbang, Khaeruddin Anas Pertemuan tersebut digagas Gubernur Sulbar yang bertujuan untuk mendengarkan langsung dari pemegang IUP dan UMKM kendala apa yang dihadapi selama ini dalam rangka mendukung dan meningkatkan ekspor baik produk pertanian, perikanan dan sektor lainnya Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar menghimbau kepada pelaku usaha untuk menggalakkan dan meningkatkan ekspor di Sulbar, apalagi saat ini tengah direncanakan pendirian Kantor Bea Cukai Sulbar "Mumpung hari ini Kepala Bea Cukai hadir mari kita bersama-sama berdiskusi membahas bagaiamana kita membangkitkan ekonomi kita di Sulawesi Barat ini. Kita berharap nantinya ada peningkatan ekspor barang di Sulbar yang akan meningkatkan pajak dan penadapatan hasil daerah bagi Sulbar Kepada para pengusaha , Ia juga mengingatkan unuk tetap menjaga kelestarian lingkungan. " Silahkan berinvestasi, Sulbar terbuka bagi siapa saja, tapi jangan merusak lingkungan dan membuat Sukbar hancur," tandasnya (Tawin)

Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar didampingi Sekprov Sulbar, Muhammad Idris melakukan pertemuan dengan Kepala Kantor Wilayah Bea dan Cukai Sulawesi Bagian Selatan, Nugroho Wahyu Widodo bersama rombongan di Gedung PKK Sulbar, Senin 3 Januari 2022. Pertemuan tersebut sebagai tindak lanjut rencana pendirian Kantor Bea Cukai di Sulawesi Barat. Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar menyampaikan, melalui pertemuan tersebut pihaknya akan menindaklanjuti dan melibatkan para pelaku ekspor Sulbar, termasuk beberapa pihak yang menunjang kesiapan pendirian Bea dan Cukai di Sulbar "Kita akan bicarakan dengan para pengusaha, juga dengan pihak pertanahan unfuk kesiapan kesiapan beacukai disini.Kita berharap , dengan adanya Kantor Bea Cukai di Sulawesi Barat, ekspor akan semakin cepat, peningkatan ekonomi juga semakin cepat, kesejahteraan masyarakat juga semakin membaik, sehingga daerah kita ini dapat maju dengan Marasa, " pungkasnya Kepala Kanwil Cukai Sulawesi Bagian Selatan, Nugroho Wahyu Widodo mengatakan, Sulawesi Barat merupakan salah satu provinsi yang memasuki kategori 10 besar di bidang ekspor nasional Berdasarkan data, Sulawesi Barat berada di peringkat kesembilan kategori ekspor dari 34 provinsi. Sementara dari hasil survei , belum dilakukan pembenahan yang lebih maksimal utamanya di bidang infrastruktur pelabuhan.Untuk itulah, jika hal tersebut dapat terealisasi . Yakin dan percaya Sulawesi Barat akan dapat lebih maju di bidang ekspor jika infrastrukturnya dapat segera diperbaiki. " Perlu persiapkan infrastruktur, Pelabuhan Belang-belang masih belum bagus, begitu juga yang harus disiapkan untuk mendirikan Bea Cukai di Sulbar kesiapan prodak ekspor itu sendiri," sebut Nugroho.(farid)

Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar didampingi Kepala Dinas Kesehatan Sulbar, drg. Asran Masdy mengecek kesiapan Mobil Ambulance Kebidanan Covid-19, di Pelataran Kantor Merah Putih Gubernur Sulbar, Senin, 3 Januari 2022. Mobil Ambulance tersebut diperuntukkan bagi Rumah Sakit Umum di daerah, dalam rangka memberikan pelayanan yang cepat, khususnya bagi persalinan ibu hamil. "Kita harus selalu memperhatikan masyarakat, dengan memaksimalkan fasilitas pelayanannya, utamanya bagi warga rujukan. Kita mau masyarakat merasa sehat sebelum diobati,"ujar Ali Baal Masdar, Gubernur Sulbar Ali Baal mengungkapkan, saat ini Pemprov Sulbar sudah menyiapkan dua unit Mobil Ambulance Kebidanan Covid-19, yang mana satu unitnya melayani Kabupaten Polman, Mamasa dan Majene. Sedangkan satu unit lainnya melayani Kabupaten Mamuju, Mamuju Tengah dan Pasangkayu. "Untuk saat ini sudah tersedia dua Mobil Ambulance untuk ibu-ibu yang ingin melakukan persalinan. Hal ini kita adakan sesuai pengalaman yang terjadi di pasca gempa, disertai melonjaknya kasus pandemi Covid- 19 kemarin. Kedepan kita berharap ini tidak hanya ada dua unit saja, melainkan kita akan terus berupaya untuk menambah Armada dalam rangka memberikan pelayanan yang lebih baik lagi kepada seluruh masyarakat Sulbar,"ucap mantan Bupati Polman dua Periode itu Gubernur menyatakan, dengan adanya Mobil Ambulance Kebidanan Covid-19, diharapkan tercipta pelayanan yang maksimal, utamanya bagi ibu-ibu yang ingin melakukan persalinan dengan cepat. Kepala Dinas Kesehatan Sulbar, drg. Asran Masdy menyampaikan, pengadaan Ambulance Kebidanan Covid-19 merupakan salah satu program prioritas Gubernur Sulbar, berdasarkan pengalaman pasien di saat keadaan genting dan tidak bisa dilayani di rumah sakit. "Jadi Ambulance ini awalnya merupakan sarana yang bisa menjawab terhada permasalahan bu hamil yang mengalami positif Covid-19. Namun seiring dengan waktu, maka ambulance itu juga bisa digunakan bagi ibu hamil yang tidak berdampak akan pandemi,"tutur Asran Selain itu, Armada tersebut juga merupakan jawaban dalam memenuhi pemberian pelayanan yang maksimal dengan cepat kepada ibu hamil, utamanya pada saat kondisi rumah sakit tidak siap memberikan pelayanan disebabkan…

Hari pertama berkantor di tahun 2022 diawali dengan pelaksanaan apel perdana bagi ASN lingkup Pemprov Sulbar di Tribun Merah Putih Kantor Gubernur Sulbar Senin , 3 Januari 2022.Hadir sebagai pembina apel Sekprov Sulbar, Muhammad Idris Idris menjelaskan, apel yang dilaksanakan tersebut merupakan himbauan dari Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) yang menginstruksikan kepada jajaran pemerintah, kementerian lembaga dan daerah untuk mulai menyelenggarakan apel pagi setiap hari Senin dengan pengendalian covid-19 yang tetap harus terjaga. "Di tahun 2022 ini , mari kita jadikan momentum sebagai pembelajaran yang terbaik khususnya mengenai kebencanaan. Dan saya yakin apa yang menjadi catatan perbaikan di 2021 kemarin ini sebagai pembelajaran pengelolaan yang kurang baik ini tidak boleh terulang," kata Idris Mantan Deputi LAN RI tersebut menyampaikan, penyederhanaan birokrasi melalui pelantikan pejabat fungsional yang telah dilaksanakan bagi 394 pejabat fungsional memberikan penjelasan bahwa pelantikan pejabat fungsional merupakan salah satu dari tahapan penyederhanaan birokrasi yaitu penyetaraan.Untuk itu, Ia meminta kepada pejabat fungsional untuk tetap melaksanakan tugas koordinator dalam bidang karena hal tersebut adalah penyetaraan dalam tugas struktural ke fungsional. "Di 2022 kita akan menunggu instruksi dan salah satu pekerjaan kita bersama adalah bagaimana mempersiapkan sistem kerja termasuk didalamnya pilihan-pilihan jabatan fungsional. Saya melihat kebanyakan jabatan fungsional larinya ke arah kebijakan, ke perencanaan, dan ke analisis hukum. Poinnya adalah kawan-kawan eselon 3 dan 4 harus mempersiapkan diri untuk memangku jabatan fungsional itu," pesan Idris (Ayu)

Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar bertindak selaku Inspektur Upacara (Irup) pada Upacara Peringatan Hari Amal Bakti Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) Ke-76 Tingkat Prov. Sulbar, yang berlangsung di Halaman Kanwil Kemenag Sulbar, Senin, 3 Januari 2022. Tagline Peringatan Hari Amal Bakti ke-76 Kemenag RI tahun ini, yaitu transformasi layanan umat akan dengan cepat dan mudah dilakukan. Transformasi yang dimaksud meliputi perubahan sikap dan perilaku yang lebih baik dalam memberikan pelayanan ke masyarakat, serta peningkatan sarana dan prasarana atau infrastruktur yang mempercepat kinerja Kemenag. Hal tersebut dikemukakan Menteri Agama RI dalam pidato tertulisnya yang dibacakan Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar. "Semoga Kemenag terus berjaya serta menjadi Oase dan pelayanan masyarakat yang terbaik,"harapnya Dia menyampaikan, dalam memperingati Hari Amal Bakti ke-76, Kemenag RI kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Tahun 2020. "Capaian ini menjadi prestasi yang diraih selama lima tahun berturut-turut sejak Tahun 2016,'bebernya Sebagai salah satu bentuk ucapan terima kasih, Kemenag telah mengajukan kepada Presiden RI untuk memberikan penghargaan Satyalancana Karya Satya kepada 9.310 Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kemenag dari 79 satuan kerja, yang dinilai telah mengabdi tanpa cacat sebagai abdi negara. “Alhamdulillah, Bapak Presiden telah mengabulkan permohonan tersebut dan pada Hari Amal Bakti ke-76, atas nama Bapak Presiden diberikan penghargaan Satyalancana Karya Satya 30 tahun kepada 509 orang, 20 tahun kepada 2.802 orang, dan 10 tahun kepada 5.999 orang PNS Kemenag,"ungkapnya Disampaikan pula, Kemenag telah memberikan pelayanan prima bagi masyarakat yang membutuhkan layanannya, dibuktikan dengan naiknya indeks kesalehan umat beragama dari 82,52 pada Tahun 2020 menjadi 83,92 pada Tahun 2021 dan indeks kepuasana layanan KUA meningkat dari angka 77,28 pada Tahun 2019 menjadi 78,90 pada Tahun 2021. “Di usia yang ke-76 ini, Kemenag harus terus berbenah. Untuk itu, jadikan Agama sebagai inspirasi, sebagai penggerak yang dapat meningkatkan daya kreativitas,"tandasnya (jimmi)

Pemprov Sulbar menyambut pergantian Tahun 2021-2022 dengan menggelar Acara Zikir dan Refleksi Akhir Tahun 2021 di Mesjid Baitul Anwar, Kantor Gubernur Sulbar, Jumat, 31 Desember 2021. Kegiatan itu dihadiri langsung Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar, didampingi Sekprov Sulbar Muhammad Idris. Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar mengatakan, kegiatan tersebut dalam rangka merefleksi diri, mengoreksi dan memperbaiki diri untuk menjadi insan yang lebih baik, mengingat Sulbar sebelumnya dilanda bencana alam berupa gempa bumi yang juga disertai pandemi Covid- 19. "Kita sadari bersama bahwa di Sulbar banyak terjadi bencana alam, diawali dari gempa bumi, longsor, banjir, angin kencang dan lainnya. Untuk itu, di penghujung tahun ini kita berkumpul bersama dalam rangka berzikir, sebagai salah satu ikhtiar menjadi insan yang lebih baik memasuki Tahun 2022,"ucap Ali Baal Sementara itu, Ustadz Rajamuddin Patong dalam ceramahnya mengajak para jamaah menjadikan momen pergantian Tahun 2021 - 2022 untuk introspeksi diri dan menjadi lebih baik kedepannya. "Ini merupakan salah satu cara untuk memperbaiki diri dari segala perbuatan yang buruk pada tahun lalu. Kita berharap dengan pergantian tahun ini, kita bisa menjadi manusia yang jauh lebih baik lagi dari sebelumnya,"sebutnya Selain itu, Ia menginginkan, Sulbar kedepan dapat jauh lebih baik dan dapat belajar pada bencana alam Januari lalu. "Perbuatan buruk yang kita ulang-ulang tersebut dapat menghadirkan kembali kemurkaan Allah melalui bencananya. Untuk itu, melalui pertemuan dan zikir bersama kali ini merupakan introspeksi diri untuk selalu mengingat kesalahan-kesalahan lalu dan berjanji untuk tidak melakukannya kembali," tandas Ustadz yang familiar dengan kopiah tingginya itu Turut hadir dalam kegiatan itu, Ketua TP. PKK Sulbar, Ny. Andi Ruskati Ali Baal, Ketua DWP Sulbar, Ny. Kartini Hanafi Idris, Para Staf Ahli Gubernur Sulbar, Para Asisten, Pimpinan OPD dan ASN Lingkup Pemprov Sulbar, serta undangan lain. (farid)

Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar menghadiri Rapat Paripurna DPRD Sulbar, dengan agenda Persetujuan Empat Ranperda Inisiatif DPRD Sulbar Tahun 2022, Persetujuan Program Pembentukan Peraturan Daerah (Perda) Sulbar dan Penyampaian Keputusan Pimpinan DPRD Sulbar Tentang Hasil Penyempurnaan RAPBD Tahun 2022, Kamis, 30 Desember 2021. Bertempat di Kantor DPRD Sulbar, rapat dipimpin Ketua DPRD Sulbar, St. Suraidah Suhardi, didampingi Wakil Ketua DPRD Sulbar Usman Suhuriah, Abdul Halim dan Abdul Rahim. Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar menyampaikan terima kasih kepada Pimpinan dan Anggota DPRD Sulbar, terutama yang tergabung dalam Badan Anggaran DPRD, serta Tim Anggaran Pemerintah Daerah yang telah melakukan penyempurnaan Ranperda APBD Tahun Anggaran 2022. Gubernur berharap, program dan kegiatan yang telah direncanakan pimpinan dan perangkat daerah yang bersentuhan langsung ke masyarakat kiranya dipersiapkan, agar APBD dapat tersalurkan hingga dapat dirasakan manfaatnya kepada masyarakat Sulbar. "Dengan ditetapkannya Perda APBD Tahun Anggaran 2022 ini, saya harapkan seluruh pimpinan perangkat daerah segera mempersiapkan pelaksanaan program dan kegiatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, sehingga APBD ini betul-betul dirasakan manfaatnya demi kesejahteraan masyarakat Sulbar yang maju dan malaqbi,"ucap Ali Baal Untuk memastikan semua Ranperda yang akan dibahas pada tahun depan, Ali Baal menekankan, agar anggarannya sudah harus terakomodir dalam APBD, sehingga tidak ada lagi alasan untuk tidak menyelesaikan pembentukan Perda, hanya karena anggaran yang belum tersedia. "Untuk ini, saya mengapresiasi Pimpinan dan Anggota DPRD, tahun ini kita kembali berkomitmen untuk menetapkan program pembentukan Perda Tahun 2022 sebelum ditetapkannya Perda APBD Tahun Anggaran 2022,"tuturnya (desy)

Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar mengambil sumpah jabatan dan melantik pejabat fungsional melalui mekanisme penyetaraan jabatan administrator dan pengawas lingkup pemerintah provinsi Sulawesi Barat, di gedung pkk sulbar, Jumat 31 Desember 2021. Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar menyampaikan, penyederhanaan birokrasi tersebut dimaksudkan untuk menciptakan birokrasi yang lebih dinamis, lincah, dan profesional dalam upaya peningkatan efektivitas dan efisiensi untuk mendukung kinerja pelayanan pemerintah kepada publik. Disebutkan, penyetaraan jabatan sejumlah 394 orang diantaranya ialah, 8 Orang penyetaraan dari jabatan administrator ke fungsional Ahli madya dan 386 orang penyetaraan dari jabatan pengawas ke fungsional ahli muda dan 1 orang pengangkatan melalui jalur inpassing kedalam jabatan analisis hukum. "Segera melakukan penyesuaian kondisi kerja dari jabatan struktural ke jabatan fungsional, Bekerja dengan baik disertai kesungguhan dalam melaksanakan tugas. Pahami dengan baik dan benar tugas dan fungsi untuk meningkatkan kinerja dan memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat dan memberikan perhatian sungguh-sungguh dan fokus pada upaya untuk pemulihan ekonomi di daerah kita sebelum berakhirnya masa jabatan gubernur-wakil gubernur pada mei tahun 2022," tandasnya. Kepada para pejabat fungsional yang baru saja dilantik, sambungnya, Ia menekankan untuk bekerja secara profesional berintegritas, transparan, akuntabel untuk mewujudkan pemerintahan yang baik dan bersih, serta tidak memiliki loyalitas selain kepada atasan. "Setelah pelantikan ini saya akan terus melakukan evaluasi terhadap kinerja saudara-saudara sekalian. melihat keseriusan bekerja untuk mencapai target yang telah saya tetapkan. kebiasaan menunda pekerjaan menunggu batas akhir tahun anggaran harus menjadi perhatian untuk selalu diulangi, yang akan berakibat pekerjaan dilaksanakan tergesa-gesa dan berdampak pada kualitas hasil, " sebut Ali Baal. (Ayu)

  1. Popular
  2. Recent
  3. Comments