Mamuju - Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat melalui Biro Pemkesra Setda Provinsi Sulawesi Barat bersama Universitas Muhammadiyah Mamuju menggelar rapat pembahasan Perjanjian Kerja Sama (PKS) terkait program beasiswa bagi mahasiswa Poltekkes Kemenkes Mamuju. Kegiatan ini berlangsung di Poltekkes Kemenkes Mamuju pada Jumat (28/11/2025). Rapat tersebut membahas finalisasi teknis pemberian beasiswa, mekanisme penyaluran, serta komitmen kedua belah pihak dalam memperluas akses pendidikan bagi mahasiswa kesehatan di Sulawesi Barat. Program beasiswa ini diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya tenaga kesehatan, sebagai bagian dari agenda pembangunan daerah. Ini merupakan salah satu program unggulan Gubernur Sulbar Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Salim S Mengga. Dalam kegiatan itu, Analis Kebijakan Ahli Muda pada Biro Pemkesra, Muhdar, turut hadir dan mengikuti jalannya pembahasan. Ia menegaskan bahwa dukungan Pemprov Sulbar terhadap peningkatan akses pendidikan kesehatan merupakan bagian dari komitmen memperkuat layanan kesehatan dan pembangunan sosial masyarakat. Dari tempat terpisah, Plt. Kepala Biro Pemkesra, Murdanil, memberikan pernyataan bahwa Pemprov Sulawesi Barat menyambut baik rencana kerja sama tersebut dan siap mendukung implementasinya. “Program beasiswa ini merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kapasitas generasi muda Sulbar. Kami berharap kerja sama ini tidak hanya berhenti pada tahap perjanjian, tetapi juga benar-benar memberikan manfaat bagi mahasiswa dan pembangunan daerah,” ungkap Murdanil. Rapat pembahasan PKS ini akan ditindaklanjuti dengan penyusunan dokumen final dan penandatanganan resmi dalam waktu dekat, sebagai bentuk komitmen bersama dalam memajukan sektor pendidikan kesehatan di Sulawesi Barat.(rls)
Mamuju - Wakil Gubernur (Wagub) Sulawesi Barat (Sulbar), Salim S Mengga, resmi melantik delapan pejabat fungsional lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulbar pada Jumat, 28 November 2025. Pelantikan tersebut berlangsung sebagai bagian dari upaya penyegaran organisasi untuk memperkuat kinerja aparatur sipil negara (ASN) yang lebih profesional dan berintegritas. Adapun delapan pejabat fungsional yang dilantik, yakni Silva Sabillah Azis, Ahmad Nur Muhammad, Puspawati, Andi Muhammad Angkasa, Radinal Hasnir, Kamarullah, Elroy Derita Kaltimas Harburin, serta Nining Winarni Sunardi. Usai pelantikan, Wagub Salim S Mengga menekankan, rotasi dan mutasi jabatan merupakan langkah strategis Pemprov Sulbar dalam meningkatkan kualitas layanan publik. “Pelantikan pejabat fungsional ini adalah bagian dari penyegaran organisasi untuk menemukan ASN yang lebih profesional, memiliki kemampuan yang lebih baik, berintegritas, dan melayani,” ujar Salim S Mengga. Ia menegaskan, organisasi pemerintahan harus terus bergerak maju melalui inovasi dan penataan SDM. Mutasi yang dilakukan bertujuan agar kinerja yang selama ini baik dapat menjadi lebih optimal. Wagub Salim S Mengga juga memberikan pesan penting terkait integritas. Menurutnya, kemampuan teknis harus berjalan seiring dengan moralitas dan tanggung jawab. “Profesional tanpa integritas itu bencana. Orang bodoh kalau nakal itu terbatas, tapi kalau orang pandai nakal, tidak berintegritas, itu bisa merusak lebih luas,” tegasnya. Ia menambahkan bahwa integritas tercermin dalam kejujuran ucapan, perilaku, tindakan, serta kemampuan menjaga amanah. “ASN itu melayani. Karena itu, persiapkan diri dan mental Anda menjadi pelayan yang terhormat. Melayani rakyat adalah pekerjaan yang sangat mulia,” kata Salim S Mengga. Pasangan Gubernur Sulbar Suhardi Duka ini kembali menekankan pentingnya sinergi antara profesionalisme dan integritas sebagai pilar utama aparatur pemerintah. “Saya lebih suka orang berintegritas namun kurang profesional, daripada profesional tapi tidak berintegritas. Yang terakhir itu bisa merusak lebih luas,” pungkasnya. Tak lupa, Ia mengutip kalimat yang menjadi pesan moral dalam agama Islam sebagai pesan moral bagi seluruh ASN lingkup Pemprov Sulbar. "Karena itu di agama itu…
Mamuju - Dalam upaya terus-menerus meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan dan SDM Kesehatan yang unggul dan berkarakter sesuai Misi Ketiga Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar), Suhardi Duka-Salim S. Mengga (SDK-JSM), Sub Bidang Pengawasan dan Pengendalian Mutu Keperawatan bersama Perawat Unit Perawatan Anak (Malaqbi 3) RSUD Sulbar menyelenggarakan Ronde Keperawatan. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis, 27 November 2025 ini secara khusus membahas tatalaksana kasus Bronchopneumonia Berulang pada Anak. Ronde Keperawatan merupakan forum diskusi ilmiah yang sistematis, bertujuan untuk mengevaluasi dan menyempurnakan asuhan keperawatan yang diberikan kepada pasien. Pada kesempatan ini, kasus yang diangkat adalah seorang pasien anak dengan riwayat Bronchopneumonia yang berulang kali dirawat dengan keluhan serupa. Tahap 1: Pra Ronde – Persiapan Mendalam Sebelum ronde dimulai, tim keperawatan yang dipimpin oleh Muhammad Ichsan, Penanggung Jawab Ruangan Malaqbi 3 melakukan persiapan intensif yang meliputi: 1. Review Data Pasien secara Komprehensif: Tim menganalisis riwayat kesehatan, hasil pemeriksaan fisik, data laboratorium, dan catatan perkembangan pasien dari seluruh episode perawatan sebelumnya. 2. Penyiapan Alat dan Informasi: Semua alat penunjang dan dokumentasi keperawatan disiapkan untuk memastikan diskusi berjalan berbasis bukti (evidence-based). Tahap 2: Pelaksanaan Ronde – Diskusi Intervensi yang Holistik Pada tahap inti ini, diskusi difokuskan pada evaluasi diagnosa dan intervensi keperawatan yang telah diberikan. Beberapa poin kritis yang mengemuka adalah: 1. Optimalisasi Manajemen Jalan Napas: Teridentifikasi bahwa meskipun pasien telah mendapatkan terapi nebulizer (Nebu), keluhan batuk masih dominan. Oleh karena itu, tim merekomendasikan penambahan intervensi fisioterapi dada untuk membantu mobilisasi sekret, memperbaiki ventilasi, dan mempermudah pengeluaran dahak. 2. Penambahan Diagnosa Keperawatan: Melihat pola frekuensi berobat yang berulang, tim menyadari adanya dimensi masalah yang lebih dalam. Disepakati untuk menambahkan diagnosa keperawatan baru yang mencerminkan risiko atau masalah aktual terkait dengan manajemen kesehatan di rumah. Hal ini penting untuk menjangkau akar permasalahan, tidak hanya menangani gejala saat rawat inap saja. Tahap 3: Pasca Ronde –…
Mamuju — Dinas Perhubungan Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) bekerjasama dengan BPJS Kesehatan menggelar Sosialisasi Pemanfaatan Aplikasi Mobile JKN bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulbar, khususnya di Dinas Perhubungan, Jumat (28/11). Sosialisasi ini sebagai bagian dari komitmen Gubernur Sulbar Suhardi Duka bersama Wakilnya Salim S. Mengga, dalam mendukung digitalisasi pelayanan publik dan meningkatkan kesejahteraan ASN melalui akses layanan kesehatan yang lebih modern, praktis, dan responsif. Kepala Dinas Perhubungan Sulbar, Amir A. Dado, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman para aparatur mengenai fitur, manfaat, serta kemudahan akses layanan kesehatan digital yang disediakan oleh BPJS Kesehatan. “Pemanfaatan aplikasi Mobile JKN merupakan langkah penting dalam mendukung transformasi layanan publik, khususnya di sektor kesehatan,” ujar Amir. Melalui aplikasi ini, ASN dapat mengakses berbagai layanan dengan lebih cepat dan efisien, mulai dari pengecekan status kepesertaan hingga pemesanan antrean online. Ia berharap, seluruh ASN di lingkup Dinas Perhubungan Sulbar dapat mengoptimalkan penggunaan aplikasi Mobile JKN sehingga pelayanan kesehatan dapat diakses dengan lebih mudah tanpa hambatan. Naskah : Dishub Sulbar Editor : Tim Humas Pemprov Sulbar
Mamuju - Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB dan seluruh Pusdalops BPBD Provinsi/Kabupaten/Kota di Indonesia telah menerima update informasi meteorologi dari BMKG terkait perkembangan Tekanan Rendah (TD) Ex-Siklon Tropis SENYAR per 29 November 2025. BMKG melaporkan bahwa sistem cuaca tersebut saat ini terpantau berada di wilayah perairan Pulau Sumatera dan masih memiliki potensi menyebabkan peningkatan kecepatan angin, ketinggian gelombang, serta cuaca ekstrem di beberapa wilayah Indonesia. Pusdalops BPBD Provinsi Sulawesi Barat memastikan bahwa wilayah Sulawesi Barat tidak terdampak langsung oleh keberadaan TD Ex-Siklon Tropis SENYAR. Kendati demikian, potensi cuaca ekstrem seperti hujan intensitas sedang–lebat, angin kencang, serta gelombang tinggi pada wilayah pesisir tetap perlu diwaspadai. Plt. Kepala Pelaksana BPBD Sulawesi Barat, Muhammad Yasir Fattah menyampaikan bahwa meskipun tidak berada pada wilayah dampak langsung, Sulawesi Barat tetap berada dalam status kesiapsiagaan sesuai standar operasional kebencanaan. “Kami tetap menjalankan langkah-langkah siaga, memonitor informasi BMKG, dan melakukan koordinasi dengan BPBD kabupaten, terutama terkait potensi cuaca ekstrem akibat dinamika atmosfer yang dipengaruhi sirkulasi regional,” kata Yasir Fattah, Sabtu 29 November 2025. Ia menambahkan, seluruh jajaran Pusdalops telah diarahkan untuk meningkatkan pengawasan terhadap kondisi lapangan, terutama di wilayah rawan banjir, angin kencang, dan gelombang tinggi. Sesuai arahan Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, BPBD dan seluruh perangkat daerah terkait agar: 1. Meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem. 2. Memastikan jalur komunikasi dan koordinasi berjalan efektif antara pemerintah daerah, BPBD, BMKG, dan aparat keamanan. 3. Mengimbau masyarakat di wilayah rawan bencana untuk tetap waspada dan aktif mengikuti informasi resmi dari pemerintah. Naskah : BPBD Sulbar Editor : Tim Humas Pemprov Sulbar
Mamuju- Untuk menambah wawasan Sejarah era kepemimpinan nasional yang telah teruji, Arsiparis Ahli Muda Biro Organisasi Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) Muhammad Rusli, mengikuti Seminar Kepemimpinan Presiden melalui Arsip Kepresidenan, Jumat, 28 November 2025. Kegiatan ini sejalan dengan misi Gubernur Sulbar Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Salim S. Mengga, khususnya membangun sumber daya manusia (SDM) unggul dan berkarakter. Seminar yang bertemakan "Neutrality dan Non-Alignment: Warisan Politik Luar Negeri Bebas-Aktif Presiden Sukarno dalam Kontestasi Dunia Geopolitik Saat Ini" dihadiri para ahli di bidang politik luar negeri, riset geopolitik, dan sejarah. Salah seorang Narasumber, Kepala Pusat Strategi Kebijakan Luar Negeri Kementerian Luar Negeri, Masni Eriza menjelaskan pendapat Mohammad Hatta di hadapan Sidang Badan Pekerja Komite Nasional Indonesia Pusat (BP KNIP), pada September 1948. ‘’Bebas, karena Indonesia tidak mengikatkan dirinya dengan blok-blok yang saling bertentangan. Aktif, karena Indonesia sebagai anggota PBB berperan secara aktif menciptakan perdamaian dan keadilan dunia,’’ jelas Masni. Ia kemudian menerangkan gaya kepemimpinan setiap presiden. Presiden BJ Habibie dengan membangun kembali kepercayaan internasional melalui kerja sama dengan IMF dan Bank Dunia; mendorong diplomasi yang lebih demokratis dan memberi opsi referendum bagi Timor Timur. Sedangkan, Presiden Abdurrahman Wahid mengembalikan pamor Indonesia sebagai kekuatan menengah, mengintrodusir tiga elemen politik luar negeri dengan menjaga jarak yang sama dengan semua negara, hidup bertetangga baik, dan kebajikan universal. ‘’Presiden Megawati senantiasa berupaya mendapatkan kepercayaan internasional dalam masalah disintegrasi bangsa dan kasus pelanggaran HAM terkait gerakan separatisme daerah,’’ terangnya. Sementara itu, Arsiparis Ahli Muda Biro Organisasi Setda Sulbar, Muhammad Rusli mengungkapkan kegiatan seminar sejarah ini akan menambah wawasan dan dapat memperoleh informasi yang luas dan mendalam mengenai peristiwa, periode, setiap tokoh pemimpinan nasional. ‘’Materi pada seminar kali ini sangat bermanfaat karena menghadirkan narasumber ahli sejarah terkemuka yang membagikan hasil penelitian terbaru dan pandangan eksklusif mereka, memberikan perspektif berharga,’’ ujar Rusli. Naskah : Biro Organisasi…
Mamuju – Jumat pagi yang cerah menjadi momentum penting bagi penguatan sinergi perencanaan dan penganggaran daerah di Sulawesi Barat (Sulbar). Setelah melaksanakan kegiatan Jumat Sehat bersama seluruh ASN dan TATT lingkup BPKPD Sulbar, Kepala BPKPD Sulbar, Mohammad Ali Chandra, menerima kunjungan kerja Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pasangkayu, Moch. Zain Machmoed, pada Jumat, 28 November 2025, bertempat di ruang kerja Kepala BPKPD Sulbar. Dalam pertemuan tersebut, Kepala BPKPD Sulbar turut didampingi oleh Kepala Bidang Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Daerah, Muhammad, serta Kasubid Bina Kabupaten, Amir Hamzah. Kunjungan koordinasi ini menjadi ruang strategis untuk membangun keselarasan kebijakan pengelolaan keuangan daerah dalam rangka penyusunan APBD Tahun Anggaran 2026, agar lebih sinkron, terukur, dan berorientasi pada penguatan pembangunan lintas wilayah. Sekda Pasangkayu, Moch. Zain Machmoed, menyampaikan bahwa sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten merupakan kunci untuk memastikan perencanaan dan penganggaran daerah berjalan harmonis sesuai arah kebijakan pembangunan Sulbar. "Kami ingin memastikan Penyusunan APBD 2026 berjalan tepat arah dan tepat prioritas melalui koordinasi yang intensif dengan pemerintah provinsi. Sinergi ini penting untuk menghasilkan kebijakan anggaran yang berdampak langsung bagi masyarakat,” ujarnya. Sementara itu, Kepala BPKPD Sulbar, Mohammad Ali Chandra, menegaskan bahwa koordinasi penyusunan APBD antara provinsi dan kabupaten adalah instrumen penting untuk menjaga integritas fiskal daerah dan memastikan efektivitas realisasi program pembangunan. "Harmonisasi kebijakan anggaran merupakan satu kesatuan langkah dalam memperkuat tata kelola keuangan daerah yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada hasil. Kami menyambut baik kolaborasi ini demi penyusunan APBD 2026 yang lebih berkualitas,” jelasnya. Pertemuan ini juga menegaskan komitmen bersama dalam mendukung pelaksanaan Misi Gubernur dan Wakil Gubernur Sulbar, Suhardi Duka – Salim S. Mengga, khususnya memperkuat tata kelola pemerintahan yang baik dan akuntabel, serta mewujudkan pelayanan dasar dan berkualitas bagi seluruh masyarakat Sulbar. Langkah penguatan koordinasi dan sinergi antardaerah ini diharapkan menjadi pijakan kuat menuju penyelenggaraan pemerintahan daerah yang lebih solid dan produktif,…
Mamuju – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) melalui Pusdalops, Jumat 28 November 2025, kembali menerima update Prakiraan Cuaca Wilayah Sulbar untuk tanggal 28 November 2025 dari BMKG. Informasi ini menjadi acuan penting dalam peningkatan kewaspadaan dan kesiapsiagaan seluruh pemangku kepentingan maupun masyarakat. Berikut Prakiraan Cuaca Wilayah Sulbar: Pagi Hari Cerah Berawan – Berawan. Berpotensi Hujan Ringan di: Kab. Majene (Ulumanda, Malunda) Kab. Mamasa (Sumarorong, Nosu, Pana) Kab. Mamuju (Tapalang, Tommo) Kab. Mamuju Tengah (Tobadak, Topoyo, Karossa) Kab. Pasangkayu (Sarudu, Duripoku, Baras, Lariang) Siang dan Sore Hari Umumnya Hujan Ringan di seluruh wilayah Sulawesi Barat, kecuali sebagian wilayah berikut yang diprakirakan Berawan: Kab. Polewali Mandar Kab. Majene (Banggae Timur, Banggae, Pamboang) Kab. Mamuju (Papalang, Sampaga) Kab. Mamuju Tengah (Pangale, Budong-Budong) Kab. Pasangkayu (Sarudu, Baras, Lariang, Tikke Raya, Pedongga, Sarjo) Malam Hari Cerah Berawan – Berawan, kecuali berpotensi Hujan Ringan di: Kab. Majene (Pamboang, Sendana, Ulumanda, Malunda) Kab. Mamasa (Aralle, Tabulahan) Kab. Mamuju (Tapalang, Bonehau, Kalumpang, Tommo) Kab. Mamuju Tengah (Tobadak, Topoyo) Dini Hari Cerah Berawan – Berawan di sebagian besar wilayah Sulbar. Berpotensi Hujan Ringan di: Kab. Polewali Mandar (Polewali, Matakali, Wonomulyo, Mapilli, Campalagian, Balanipa, Limboro, Tinambung) Kab. Majene Kab. Mamasa (Tabulahan) Sebagian besar Kab. Mamuju Sebagian besar Kab. Mamuju Tengah Kab. Pasangkayu Berpotensi Hujan Sedang di: Kab. Mamuju (Kalukku) Kab. Mamuju Tengah (Budong-Budong) Informasi Tambahan Suhu Udara: 16 – 32°C Kelembapan Udara: 65 – 90% Angin: Tenggara – Barat Laut, 2 – 20 km/jam Peringatan Dini: Nihil Plt. Kalaksa BPBD Sulbar, Muhammad Yasir Fattah, menyampaikan bahwa informasi ini menjadi panduan penting bagi BPBD dalam penguatan langkah mitigasi menghadapi potensi cuaca ekstrem. "Update prakiraan cuaca ini terus kami pantau sebagai dasar peringatan dini kepada masyarakat. Meski tidak ada peringatan dini khusus, kewaspadaan tetap diperlukan terutama bagi daerah rawan banjir, tanah longsor, dan angin kencang,” ungkap Yasir Fattah.…
Mamuju – Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), Jumat 28 November 2025, menerima informasi resmi dari BMKG terkait Prakiraan Cuaca Wilayah Sulbar tingkat kecamatan hingga kelurahan/desa, termasuk Prakiraan Cuaca Berbasis Dampak serta Daerah Rawan Longsor untuk Sabtu, 29 November 2025. Masyarakat dapat mengakses detail prakiraan tersebut melalui tautan resmi BMKG: https://cuaca.bmkg.go.id Selain itu, informasi juga tersedia melalui: Aplikasi InfoBMKG di Appstore dan Playstore Instagram: @bmkg.sulbar Facebook: BMKG Mamuju Sulbar Laman Resmi BMKG Stamet Tampapadang: https://stamet-tampapadang.bmkg.go.id Dengan adanya pembaruan ini, Pusdalops BPBD Sulbar mengimbau seluruh masyarakat untuk terus memantau perkembangan cuaca, terutama bagi wilayah yang memiliki potensi hujan sedang hingga lebat, angin kencang, maupun risiko gerakan tanah/longsor. Plt. Kalaksa BPBD Sulbar, Muhammad Yasir Fattah, menyampaikan bahwa informasi cuaca berbasis dampak dari BMKG sangat penting dalam mendukung upaya mitigasi bencana di tingkat daerah. “Kami terus berkoordinasi dengan BMKG untuk memastikan informasi cuaca dapat diterima dengan cepat oleh masyarakat dan pemerintah daerah hingga level kecamatan dan desa. Data prakiraan ini menjadi dasar bagi kami dalam meningkatkan kesiapsiagaan serta langkah-langkah pencegahan risiko bencana, khususnya longsor dan banjir,” ujarnya. Sejalan dengan arahan Gubernur Sulbar Suhardi Duka, yang menekankan pentingnya kesiapsiagaan seluruh unsur pemerintah daerah dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem. "Gubernur menginstruksikan agar BPBD dan pemerintah kabupaten/kota memastikan sistem peringatan dini berjalan efektif, termasuk menyampaikan informasi cuaca kepada masyarakat secara cepat dan tepat,” tambah Yasir Fattah. Naskah : BPBD Sulbar Editor : Tim Humas Pemprov Sulbar
Mamuju — Regu 1 Posko Siaga Darurat Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) kembali melaksanakan tugas harian pada Jumat, 28 November 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam memastikan kesiapsiagaan dan respons cepat terhadap potensi bencana hidrometeorologi yang dapat terjadi di wilayah Sulbar. Selama bertugas, Regu 1 melakukan pemantauan kondisi cuaca, serta akan berkoordinasi perkembangan situasi di seluruh kabupaten di Sulbar melalui komunikasi intensif dengan BPBD kabupaten/kota. Anggota posko, Syahrang, menyampaikan bahwa seluruh personel Regu 1 menjalankan tugas. “Sejak pagi kami melakukan monitoring rutin, terutama pada wilayah yang berpotensi terdampak hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Kami memastikan seluruh informasi terbaru akan kami share melalui media,” ujarnya. Pelaksana Tugas Kalaksa BPBD Sulbar, Muhammad Yasir Fattah, memberikan apresiasi terhadap kinerja regu yang terus siaga. “Saya menekankan pentingnya koordinasi berkelanjutan dengan kabupaten/kota sehingga setiap potensi risiko dapat direspons cepat,” ungkapnya. Ia menambahkan, kegiatan ini merupakan implementasi langsung dari instruksi Gubernur Sulbar Suhardi Duka, yang menekankan peningkatan kesiapsiagaan seluruh jajaran BPBD menghadapi potensi cuaca ekstrem. “Gubernur mengarahkan agar seluruh personel meningkatkan kesiapan, memastikan alat dan sistem pelaporan berjalan optimal, serta cepat memberikan informasi kepada masyarakat. Ini menjadi pedoman setiap regu di posko,” jelas Yasir Fattah. Naskah : BPBD Sulbar Editor : Tim Humas Pemprov Sulbar