humassulbar

humassulbar

Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar menghadiri Penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK RI Perwakilan Sulbar secara virtual, dari Kantor Merah Putih Gubernur Sulbar, Kamis, 23 Desember 2021. Dalam sambutannya, Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar mengatakan, penyerahan LHP BPK RI Perwakilan Sulbar merupakan hasil dari pemeriksaan kinerja dan pemeriksaan dengan tujuan tertentu di Tahun 2021 pada beberapa pemerintah lingkup Sulbar. “Pelaksanaan kegiatan ini bertujuan untuk menilai kinerja suatu organisasi, dan program-program kegiatan yang meliputi aspek ekonomi, efesiensi, dan efektivitas,”ujar Ali Baal Selaku Gubernur Sulbar, Ali Baal menyatakan, telah mendiskusikan untuk melaksanakan dan menindaklanjuti rekomendasi hasil pemeriksaan BPK RI Perwakilan Sulbar. Diakhir sambutannya, Ali Baal menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Kepala BPK RI Perwakilan Sulbar beserta jajarannya atas segala masukan, koreksi dan bimbingannya kepada Pemprov Sulbar. Pada kegiatan itu, Gubernur Sulbar didampingi Sekprov Sulbar, Muhammad Idris, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Sulbar, Khaeruddin Anas dan Inspektur Inspektorat Sulbar, M. Natsir. (jimmi)

Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar membuka Pelatihan Dasar (Latsar) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Lingkup Kabupaten Majene dan Kabupaten Mamuju, di Balai Diklat BPSDM Sulbar, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, Kamis 23 Desember 2021. Pada pembukaan Latsar CPNS tersebut, Gubernur Sulbar didampingi Asisten III Bidang Administrasi dan Umum, Djamil Barambangi, Kepala BPSDM Sulbar, Yakub F. Solon dan Kepala BKD Sulbar, Zulkifli Manggazali. Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar berharap, dengan dilaksanakannya Latsar CPNS yang diangkat dari seleksi yang ketat dengan menggunakan sistem CAT tersebut, mampu meningkatkan pengetahuan dan memperluas wawasan CPNS, agar nantinya dapat mengemban dan menyelenggarakan tugas pokok dan fungsi dengan baik secara optimal. Melalui kesempatan itu, Ali Baal menyinggung terkait Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sulbar. Ia mengatakan, pembangunan manusia di Sulbar terus mengalami kemajuan. Hal tersebut ditandai dengan meningkatnya IPM Sulbar pada Tahun 2020, yakni tercatat 66, 11. Angka tersebut, lanjut Ali Baal, meningkat sebesar 0,38 poin atau tumbuh sebesar 0,58 persen dibanding keadaan Tahun 2019. Apalagi hasil Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri, Sulbar menduduki peringkat pertama nasional. "Hal ini sangat membanggakan, karena jerih payah kita semua untuk kemajuan Sulbar dapat menuai hasil. Walaupun kita ketahui bersama belum semua bisa kita wujudkan, namun perlu kita sadari karena dengan adanya Covid-19 membuat semua sektor mengalami kemunduran, diperparah lagi dengan Sulbar dilanda gempa bumi 6,2 Magnitudo,"kata Ali Baal Ia menambahkan, keberhasilan organisasi ditentukan oleh kemampuan sumber daya yang handal dan profesional, sehingga mampu menciptakan iklim birokrasi yang bermutu dan mengedepankan kepentingan publik. "Oleh karena itu, dibutuhkan karakter dan mindset Aparatur Negara yang dapat mengambil peran dalam perbaikan tata kelola pemerintahan baik dan menjadi birokrasi berkelas dunia,"pungkasnya Kepala BPSDM Sulbar, Yakub F. Solon menyampaikan, tujuan dasar pelaksanaan Latsar CPNS ialah membentuk PNS yang profesional, berkarakter dan dibentuk oleh sikap perilaku bela negara, nilai-nilai PNS, dan pengetahuan tentang kependudukan dan nilai peran PNS yang…

Peringatan Hari Ibu ke-93 Tahun Tingkat Prov. Sulbar berlangsung di Gedung Serbaguna Rujab Gubernur Sulbar, Rabu 22 Desember 2021. Kegiatan itu dihadiri langsung Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar bersama Sekprov Sulbar Muhammad Idris, Ketua TP. PKK Sulbar Ny. Andi Ruskati Ali Baal dan Ketua DWP Sulbar Ny. Kartini Hanafi Idris. Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar mengatakan, Peringatan Hari Ibu di Indonesia bukanlah Mother's day, melainkan momentum untuk mendorong perempuan Indonesia menjadi perempuan yang berdaya dan setara kedudukannya. "Melalui Peringatan Hari Ibu ke-93 Tahun 2021 ini, saya berharap kita dapat merayakan berbagai kemajuan yang berhasil diraih oleh perempuan, sekaligus mengingat bahwa perjuangan masih panjang dan harus terus dilanjutkan. Maka kita semua, baik perempuan maupun laki-laki harus mendorong peran perempuan dalam segala bentuk dan sektor pembangunan,"ucap Ali Baal Ali Baal menuturkan, hingga saat ini telah banyak kemajuan yang dirasakan oleh perempuan. Namun kesetaraan ideal yang dicita-citakan belum sepenuhnya tercapai. Budaya patriarki yang telah mengakar selama berabad-abad masih tersisa dalam kehidupan bermasyarakat. Dikemukakan, perempuan masih menghadapi berbagai permasalahan yang mengancam kualitas hidupnya. Hal ini kemudian diperparah dengan adanya pandemi COVID-19 yang meningkatkan kerentanan ekonomi perempuan, ketidaksetaraan gender serta mengancam upaya pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan. "Di tengah perjuangan menuju pemberdayaan, perempuan membawa beragam tantangan, rintangan dan hambatan, tapi ada satu hal yang tidak berubah yakni perempuan Indonesia tetaplah tangguh, kuat dan berani dalam menjadi penopang hidup kaumnya, menjadi sebaik-baiknya Ibu Bangsa,"pungkasnya Ia menambahkan, dengan jumlah perempuan yang mengisi hampir setengah dari populasi Indonesia, kemajuan perempuan tentunya akan menjadi kemajuan bangsa, sehingga perjuangan mencapainya menjadi kewajiban semua pihak pula. Ketua TP. PKK Sulbar, Ny. Andi Ruskati Ali Baal mengatakan, Hari Ibu yang diperingati setiap Tanggal 22 Desember adalah merupakan penghargaan yang diberikan atas perjuangan perempuan. Perjuangan dan pengorbanan yang tidak akan mampu dirupiahkan. Disampaikan, saat ini perempuan juga dapat menjadi pahlawan dalam rumah tangga, ciptakan…

Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar didampingi Kepala Badan Kesbangpol Sulbar, Herdin Ismail melantikan Pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulbar, di Kantor Merah Putih Gubernur Sulbar, Rabu, 22 Desember 2021. "Saya mengajak kita sekalian untuk menjadi teladan umat, utamanya dalam menjalin jiwa harmoni antar umat beragama, dalam artian bahwa kerukunan tak sebatas pada tingkatan tokoh agama, namun juga terjabarkan menjadi etika sosial seluruh umat beragama,"sebut Ali Baal Masdar, Gubernur Sulbar Disampaikan, kehadiran FKUB selama ini memberikan kontribusi aktif terhadap pembangunan pemerintah daerah, khususnya dalam sektor pembinaan kerukunan umat beragama. Dimana telah diketahui bersama bahwa keragaman berbagai latar belakang agama tentu menjadi kekayaan tersendiri yang dimiliki oleh bangsa Indonesia, sehingga memiliki pengaruh besar terhadap perubahan dan kemajuan bangsa. "Saya meminta peran tokoh-tokoh agama khususnya yang tergabung dalam FKUB Sulbar ini, benar-benar menjadi garda terdepan dalam mengampanyekan nilai-nilai toleransi dan modernisasi beragama,"pungkas mantan Bupati Polman dua periode itu Lebih lanjut disampaikan, kondisi saat ini tentu disadari tidak berjalan mulus, sejumlah hambatan dari berbagai sisi masih didapatkan timbulnya konflik yang mengatasnamakan agama, mulai dari perebutan lahan, pembangunan rumah ibadah, izin pendirian rumah ibadah. Tingkat ketidakpastian dan menjalin kerjasama dengan pemeluk agama yang berbeda keyakinan adalah merupakan contoh yang seringkali memicu konflik horizontal. "Kita sadari pemerintah tidak dapat berjalan sendiri tanpa hadirnya elemen-elemen seperti FKUB. Untuk itu, pemerintah terus berkomitmen agar ke depan posisi FKUB tetap menjadi bagian penting sebagai mitra strategis pemerintah,"bebernya Ketua FKUB Sulbar, Sahabuddin Kasim menyampaikan, tujuan pelantikan Pengurus FKUB Sulbar yakni dalam rangka menciptakan harmonisasi dan kerukunan yang erat antar umat beragama di Indonesia pada umumnya dan di Sulbar pada khususnya. "Pelantikan ini memberikan suatu semangat baru dan kekuatan baru dalam merespon kebutuhan masyarakat utamanya pembinaan bimbingan keagamaan "ujarnya (farid)

Sekprov Sulbar Muhammad Idris menghadiri Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Dharma Wanita Persatuan (DWP) Tingkat Prov. Sulbar yang ke-22 Tahun, di Gedung Serbaguna Rujab Gubernur Sulbar, Selasa 21 Desember 2021. Peringatan HUT DWP tahun ini mengusung tema "Bersama Membangun Ketahanan Perempuan Indonesia : Mental Sehat, Bisnis UMKM Pulih". Sekprov Sulbar Muhammad Idris, pada kesempatan itu menyinggung mengenai tema yang diusung pada Peringatan HUT DWP tahun ini. Ia mengatakan, dari tema yang diusung tersebut tercermin kedewasaan yang menyiratkan bahwa di ulang tahun ke-22 ini harus kuat pelaksanaan misi utama dari Dharma Wanita yang selama ini digeluti, seperti bidang pendidikan, ekonomi dan sosial budaya. Untuk itu, melalui momentum tersebut, Idris menitipkan pesan agar Dharma Wanita benar-benar mengidentifikasi cara-cara membangun substansi pendidikan yang semakin baik kedepannya. Ketua DWP Sulbar Ny. Kartini Hanafi Idris mengatakan, kaum perempuan adalah pondasi negara, dengan kata lain dari tangan ibu-ibu terletak kemajuan suatu negara. Ibu-Ibu memiliki peran yang sangat penting dalam menciptakan generasi yang baik dan lahirnya pemimpin-pemimpin besar. "Olehnya itu, teruslah mendampingi suami dan keluarga kita. Peran serta dan partisipasi Anggota DWP sebagai istri dari ASN sangatlah penting dalam membantu pelaksanaan program-program pemerintah di lapangan, sehingga tujuan dari pembangunan nasional bisa segera terwujud," tutur Kartini Kartini menyatakan, DWP masih perlu melangkah dan masih banyak masalah secara nasional yang perlu diselesaikan. Menurutnya, rasa percaya diri kaum perempuan perlu ditingkatkan, bukan saja hanya mengubah perilaku dalam keluarga, tetapi juga harus menjadi perempuan yang dapat mengambil kebijakan dan keputusan menyangkut kepentingan kaum perempuan, sehingga program unggulan DWP sebagai center of excellence dapat terwujud. Sementara itu, Penasehat DWP Sulbar, Ny. Andi Ruskati Ali Baal berharap kepada para pengurus agar lebih bijak menjadi seorang Istri di era sekarang, yang cerdas dan tidak gaptek (gagap teknologi). "Jika kita tidak ikut berpacu maka bisa dipastikan kita akan sangat tertinggal. Untuk itu, mari kita berkomitmen…

22 Des 2021

Rapat Koordinasi Strategis Pimpinan Daerah dengan tema “ Evaluasi Progres Capaian Vaksin Covid-19 dan Pencegahan Pemberatasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN)”, berlangsung di Ba’go Resto Water Park Grand Maleo Hotel, Jl. Yos Sudarso Mamuju, Selasa, 21 Desember 2021. Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar mengatakan, dalam melindungi masyarakat dari ancaman pandemi Covid-19, pemerintah akan terus memastikan bahwa program vaksinasi akan berjalan dengan baik. "Terlepas dari tujuan program vaksinasi Covid-19 itu sendiri, pelaksanaan vaksinasi harus tetap disiplin menerapkan 4M dan budaya 3M, sehingga dapat mengurangi tingkat keparahan Covid-19,"tegas Ali Baal Ali Baal mengungkapkan, perkembangan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Sulbar dengan total sasaran 1.809.240, dengan jumlah capaian untuk dosis pertama sebanyak 632.15 dengan persentase 58,2 persen. Sedangkan untuk dosis kedua sebanyak 369.641 dengan persentase 33,94 persen, sementara capaian vaksinasi lansia masih rendah. “Saya berharap semua harus turun ke lapangan dan dapat menyelesaikan target sasaran penggunaan vaksin kepada masyarakat yang belum terjangkau,”ujar pria yang akrab disapa ABM itu Melalui kesempatan itu, Gubernur Ali Baal menghimbau agar pemerintah bersama masyarakat harus waspada dan siap siaga dalam menghadapi varian baru Covid-19, baik varian Delta maupun Omicron. Mengenai permasalahan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika, Ali Baal mengatakan, hal itu merupakan ancaman serius bagi masyarakat maupun pemerintah. Oleh karena itu, pemerintah melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Lingkup Pemprov Sulbar melaksanakan kegiatan pencegahan pemberantasan penyalahgunaan narkoba, mulai dari masyarakat dan aparatur pemerintah. Selain itu, masyarakat dan aparatur pemerintah memiliki peranan yang penting dalam mensosialisasikan semua jenis narkoba dan efek yang ditimbulkan dari penggunaan narkoba. "Khusus bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Lingkungan Pemerintahan Sulbar, untuk mendorong masyarakat dan PNS untuk melindungi diri, keluarga, dan orang-orang terdekat,"imbaunya Ditambahkan, tujuan dibentuknya lembaga instansi pemerintah untuk memberikan penyuluhan dan informasi tentang bahaya penyalahgunaan narkoba. Menghadapi Natal dan Tahun Baru, Ali Baal berharap semuanya bekerja sesuai Protap atau SOP yang telah ditetapkan,…

Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar didampingi Plt. Kepala Dinas ESDM Sulbar, Amir, menghadiri presentasi pemaparan hasil akhir Facility Study oleh Tim Puslantek-COT Fakultas Teknis Universitas Hasanuddin, di Aula Kantor ESDM Sulbar, Selasa, 21 Desember 2021. Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar mengemukakan, Pemprov Sulbar saat ini sedang melakukan pengkajian bersama pihak Facility Study oleh Tim Puslantek- COT Fakultas Teknis Universitas Hasanuddin, terkait peningkatan kapasitas daya saing perekonomian. Salah satunya melalui pembangunan Infrastruktur sumber daya tenaga listrik yang akan ditujukan bagi Pulau Karampuang di Kabupaten Mamuju. "Rapat kali ini membahas perencanaan pembangunan jaringan listrik Pulau Karampuang, yang membutuhkan dana 5 sampai 7 miliar. Untuk itu, diharapkan tercipta kolaborasi antara Pemprov Sulbar dan Pemkab Mamuju. Dari pihak PLN akan menanggung jaringan listrik, Pemkab Mamuju bertanggungjawab pada pembebasan lahan 4 x 4 Meter di dua titik dan Pemprov Sulbar fokus pada pembangunan Tower listriknya,"sebut Ali Baal Ali Baal menyampaikan, sebelumnya Pulau Karampuang telah memiliki Pembangkit Listrik Tenaga Surya ( PLTS), dan telah memenuhi kebutuhan listrik masyarakat Karampuang dan sekitarnya. Namun, belakangan ini kebutuhan listrik masyarakat Karampuang dinilai belum memadai, ditambah komponen peralatan dari pembangkit PLTS itu sendiri mulai mengalami penurunan kapasitas, sehingga saat ini masyarakat yang ada di sana tidak dapat menikmati sumber daya listrik yang memadai. "Kita target pembangunan ini di mulai pada Tahun 2022 dan akan terus lanjut Tahun 2023. Kalau masih belum selesai, kita lanjutkan lagi Tahun 2024. Diharapkan pembangunan ini akan terus berlanjut, sehingga Karampuang dapat berkembang seperti daerah lain. Kita ingin semua masyarakat kita senang,"pungkasnya Manager PLN UP3 Mamuju, Didik Krismanto menyampaikan, sesuai hasil evaluasi yang telah dilakukan bersama pihak Pemprov Sulbar dan Universitas Hasanuddin, disepakati 10 Mega Watt yang diprediksi mencapai 5.800 pelanggan hingga 10 tahun kedepan. "Kami siap mendukung kebijakan Pemprov Sulbar. Nanti kita juga akan menunggu pola kerjasama seperti apa yang akan diterapkan, tentunya harus sesuai…

Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar melantik Firdaus Abdullah sebagai Pengganti Antar Waktu (PAW) Anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sulbar sisa masa jabatan 2019-2022, di Kantor Merah Putih Gubernur Sulbar, Selasa, 21 Desember 2021. Firdaus Abdullah dilantik menggantikan April Azhari. Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar mengatakan, pelantikan Anggota KPID tersebut merupakan suatu hal yang perlu dilakukan, mengingat pergantian pejabat tentu tidak boleh meninggalkan kesan ada kekosongan dari struktur KPID dari fungsi pengawasan perilaku penyiaran itu tersendiri. "Hal ini sangat penting dilakukan mengingat formatur yang ada tidak boleh berjalan seperti orang yang pincang. Pelantikan ini dinilai penting mengingat tugas dan fungsi dari KPID ini wujud peran masyarakat yang berfungsi mewadahi aspirasi dan mewakili kepentingan masyarakat akan penyiaran,"sebut Ali Baal Masdar, Gubernur Sulbar Ketua KPID Sulbar, Ahmad Syafri Rasyid mengemukakan, PAW KPID Sulbar mengisi sisa masa jabatan selama dua bulan saja. Dia membeberkan, selama ini KPID Sulbar sudah menjalankan program kerja sejak 2019 hingga Tahun 2022 dan sudah banyak Lembaga Penyiaran Berlangganan (LPB) memiliki izin. "Awalnya hanya satu dan sekarang menjadi 10 LPB di Sulbar sudah memiliki izin,"ungkapnya Selain itu, di masa jabatan berakhir semua pihak turut andil mengawas lembaga penyiaran di Sulbar, termasuk menumbuh kembangkan industri penyiaran di Sulbar. "Jadi sisa dua bulan masa jabatan komisioner KPID Sulbar sudah berakhir,"kata Ahmad Kegiatan tersebut turut dihadiri Plt. Kepala Dinas Kominfoperss Sulbar, Mustari Mula. (farid)

Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar menghadiri Dies Natalis ke-5 Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Majene di STAIN Majene, berlangsung di aula STAIN Majene Kecamatan Banggae, Majene, Sulbar.Senin, 20 Desember 2021 Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar mengemukakan, sejak awal Majene ditetapan sebagai kota pendidikan. Makanya lebih dari itu diharap menjadi pusat pengembangan pendidikan di Sulbar. " Usia lima tahun STAIN Majene ini diharapkan menjadi momentum bagi segenap jajaran akademika untuk mengembangkan diri, termasuk, mengokohkan eksistensi sebagai perguruan tinggi keagamaan negeri di Sulbar," sebut Ali Baal Masdar Lanjut Ali Baal masdar menyampaikan pada sektor pendidikan Pemprov selalu memberikan support dan bantuan sesuai kewenangan provinsi. Maka dari itu , Ia berharap STAIN Majene harus terus berbenah meningkatkan kualitas sebagai lembaga pendidikan tinggi keagamaan, Sehingga, bisa mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) berkualitas yang beriman dan bertaqwa. "Saya harap STAIN Majene terus berkembang dengan berbagai inovasi, membuka diri tidak hanya bicara teologis, tapi juga mengenai sains dan teknologi sesuai tuntutan zaman serta kebutuhan masyarakat," sebutnya Ketua STAIN Kabupaten Majene, Prof Dr Wasilah Sahabuddin menyampaikan sejak berdiri tahun 2016 lalu STAIN Majene masih sangat muda dibandingkan kampus lainnya.Tetapi semangat dan optimisme semua akademik kampus berjuang bersama-sama melahirkan generasi membanggakan di Sulbar. "Kita patut syukuri atas progre dan capaian diberbagai sektor. Mari kita jadikan masa lalu menjadi perbaikan di masa depan," katanya STAIN Majene sudah memiliki tiga jurusan diantaranya Jurusan Tarbiyah dan Keguruan, Jurusan Syariah dan Ekonomi Bisnis Islam, dan Jurusan Ushuluddin, Adab dan Dakwah. Rapat senat terbuka dipimpin Ketua STAIN, Prof. Dr. Wasilah Sahabuddin, didampingi para Wakil Ketua dan Pimpinan Senat STAIN Majene. Hadir juga Wabup Majene Arismunandar, Kadisdikbud Sulbar, Prof Dr Gufran Darma Dirawan dan undangan lain. (farid)

Rapat Evaluasi Kinerja Tahun 2021 dan Rencana Kerja Tahun 2022 Dharma Wanita Persatuan (DWP) Sulbar berlangsung di LPMP Kabupaten Majene, Sabtu 18 Desember 2021. Kegiatan itu dibuka Ketua DWP Sulbar Ny. Kartini Hanafi Idris. Ketua DWP Sulbar Ny. Kartini Hanafi Idris mengatakan, terdapat tiga tujuan yang ingin dicapai dalam pelaksanaan kegiatan itu, yakni pertama kebersamaan dengan tim lain. "Jadi kita akan menciptakan model-model kebersamaan untuk kita satukan pemahaman di dalam kelembagaan DWP itu sendiri,"kata Kartini Kemudian, kebersamaan dengan TP. PKK Sulbar. Diketahui bersama bahwa selama ini TP. PKK dan DWP seakan satu, yang sama-sama memiliki visi dan misi untuk menunjang pencapaian program Pemprov Sulbar. Selanjutnya, kebersamaan dengan Korpri. Tujuan kedua, sambung Kartini, memperkuat kolaborasi atau kerja sama secara kelembagaan. Artinya dalam hal itu kolaborasi harus di awali dari internal kelembagaan. "Jadi secara internal dulu, bagaimana DWP bisa kuat. Mengapa harus kuat? sebab kita tahu DWP sudah mendapatkan supporting dana dari pemerintah provinsi, sehingga kita harus memperbaiki dan meningkatkan kinerja dari apa yang selama ini kita laksanakan,"terang Kartini Ketiga, pemahaman terhadap tugas dan fungsi. Hal itu perlu juga dilakukan di dalam organisasi, sebab menurutnya, sepertinya pembagian peran itu terkadang sulit untuk dipahami bersama. (mhy)

  1. Popular
  2. Recent
  3. Comments