humassulbar

humassulbar

Penjabat (Pj) Gubernur Sulbar Akmal Malik bersama Bupati Mamuju, Sutinah Suhardi melakukan pertemuan dengan Komisi IV DPR RI Rusdi Masse dan Suhardi Duka, Senin 6 Juni 2022. Pada kesempatan itu, PJ Gubernur Sulbar melakukan presentasi terkait potensi daerah, dengan harapan DPR RI melakukan intervensi program di Sulbar. Anggota Komisi IV DPR RI, Suhardi Duka mengapresiasi langkah yang dilakukan Pj Gubernur Sulbar," Memang Sulbar perlu didorong, baik sektor perdagangan, transportasi, investasi, sektor pertanian, dan infrastruktur," ujar Suhardi Duka, dikonfirmasi, Senin 6 Juni. Dia pun mendukung upaya yang terus dijalankan PJ Gubernur di Sulbar dalam mengubah mindset pembangunan di Provinsi ke 33 ini. "Kita support baik saya dibanggar maupun di Komisi, Karena saya melihat beliau (Akmal Malik) betul-betul ingin mengubah mindset birokrasi di Sulbar, dan mindset pembangunan daerah, olehnya saya selaku anggota legislatif memberikan support kepada pak gubernur," ungkapnya. Lanjut Suhardi, salah satu kendala di Sulbar saat ini adalah miskinnya data potensi daerah, itu kerap menjadi penghambat turunnya program dari pusat. Sehingga dengan dorongan Pj Gubernur Sulbar mewujudkan Data Desa Presisi (DDP) akan semakin memperjelas pengambilan kebijakan di daerah maupun dipusat. "Data desa Presisi itu kita mengetahui potensi di desa dan seluruh kabupaten," ungkapnya. (rls)

MAMUJU,--Kementerian Pemuda dan Olahraga mendorong pembinaan pemuda dan olahraga di Sulbar. Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali menjelaskan, pembinaan atlet merupakan perencanaan jangka panjang Kemenpora sehingga setiap daerah diharapkan melakukan pengembangan talenta olahraga dan kepemudaan. "Kita akan berikan dukungan pak gubernur dan seluruh masyarakat Sulbar karena ini merupakan bagian dari perencanaan jangka panjang kita di seluruh dari harus bisa menjadi pusat pengembangan talenta," ujar Menpora Zainuddin Amali saat menerima audiensi Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar), Akmal Malik di Kantor Kemenpora, Jakarta, Senin 6 Juni 2022. Penjabat Gubernur Sulbar Akmal Malik mengapresiasi upaya pembinaan olahraga dan pemuda yang terus digencarkan Kemenpora. Dia pun menyebutkan, Sulbar sendiri memiliki bibit di bidang olahraga dan kepemudaan. "Dengan dukungan pak menteri nanti Sulbar juga bisa menjadi pemasok bibit-bibit sekolah dayung dan sekolah sepak bola," ujar Akmal. Apalagi, Menpora bagian dari penjaringan Sekolah Sepak Bola (SSB) U-19 di Prancis, itu menjadi peluang agar Sulbar turut menjadi memasok atlet. Dijelaskan,pemulihan pasca gempa bukan hanya terfokus pada infrastruktur, melainkan juga pembinaan atlet untuk membangkitkan semangat dari sisi olahraga dan pemuda. Atas dasar itu, bertepatan dengan Hari Keluarga Nasional September mendatang, Ia pun mengundang Menpora berkunjung ke Sulbar guna membangkitkan semangat atlet dan pemuda di Sulbar. "Kami di Sulbar akan terus mendukung pembinaan olahraga dan Kepemudaan di Indonesia," ungkapnya.(rls)

Setelah dari Kabupaten Mamasa, Penjabat Gubernur Sulbar Akmal Malik melanjutkan kunjungan kerja ke Kabupaten Polewali Mandar. Akmal Malik mengaku baru pertama kali bertemu dengan Bupati Polman saat dirinya menjabat sebagai Pj Gubernur Sulbar. Dia pun terkesan dengan figur yang biasa dikenal AIM itu. "Bupatinya ramah, welcome. Dengan bupati seperti ini akan sukses," ujar Akmal, saat diwawancara usai bertemu dengan Bupati Polman di Rujab Polman, Jumat 3 Juni 2022 Akmal menilai, Polman salah satu daerah yang sukses, dan menurutnya Polman bisa membawa Sulbar lebih maju, tentunya dengan kolaborasi Pemprov Sulbar. Atas dasar itulah ia merencanakan forum koordinasi dalam waktu dekat di Polman membahas terkait terobosan-terobosan pembangunan di Polman. "Kita akan kembali pada 8 Juni. Melalui Rapat Koordinasi, ingin tahu bagaimana Polman membangun terobosan. Kita harap kedepan Polman jauh lebih baik lagi," ungkapnya. (rls)

Diperlukan langkah strategis dalam memajukan wisata di daerah. Salah satunya menciptakan aksesibilitas digital, serta melibatkan seluruh pihak melakukan promosi wisata. Begitu disampaikan Penjabat Gubernur Sulbar Akmal Malik setelah melakukan tour wisata dari Desa Tondok Bakaru hingga Desa Balla, Kecamatan Balla, Kabupaten Mamasa, Jumat 3 Juni 2022. Akmal mengatakan, Kabupaten Mamasa berbeda dengan lima kabupaten lain di Sulbar. Menurutnya, Mamasa yang berada di wilayah pegunungan memiliki potensi wisata alam. Salah satu objek wisata yang cukup bisa diunggulkan adalah Patung Bunda Maria yang ada di Desa Balla. Kata dia, itu satu patung bunda maria tertua di Indonesia. "Ini adalah salah satu objek yang sangat baik bagi kita promosikan, bahwa mamasa memiliki sesuatu yang hebat dan bisa menjadi salah satu tujuan wisata rohani bagi umat katolik," ujar Akmal Malik diwawancara saat tiba di Wisata Patung Bunda Maria di Bukit Ziarah Pena, Kecamatan Balla, Mamasa, Jumat 3 Juni. Hanya saja, menurut Akmal, Mamasa dari sisi aksesibilitas masih kurang. Sehingga untuk mendorong wisata di Mamasa diperlukan kekompakan. Bahkan menurut Akmal, dibutuhkan sebuah momen dimana seluruh masyarakat serentak memposting foto wisata Mamasa. Itu menjadi kunci memboomingkan wisata yang ada di Mamasa. "Kita mau semua kabupaten bisa promosikan Wisata Patung Bunda Maria ini, ini juga bisa menjadi nilai jual beli yang tinggi dan menjadi keuntungan bagi daerah dan masyarakat Sulbar,"ujar Akmal Malik. Tentunya, Akmal berharap Pemkab Mamasa terus melakukan pembenahan sehingga objek wisata di Mamasa semakin menarik dan membuat orang penasaran untuk mengunjungi wisata alam di Mamasa. Begitupun di Kabupaten lain harus membenahi sektor wisata. "Sulbar merupakan daerah yang memiliki banyak potensi, namun diperlukan usaha dan ikhtiar agar potensi yang dimiliki dapat bernilai jual serta dapat bermanfaat bagi masyarakat dan daerah, " tandas (rls)

Penjabat Gubernur Sulbar Akmal Malik melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Mamasa, PJ Gubernur bersama rombongan tiba di Desa Wisata, Desa Tondok Bakaru, Jumat 3 Juni 2022. Pj Gubernur Sulbar Akmal Malik berterima kasih atas sambutan warga Mamasa, dia pun mengaku menikmati keindahan alam di Mamasa. "Saya suka dengan lokasi wisata alam. Saya merasa pulang kampung, Bukit Tinggi Sumatra Barat. Saya merasa di rumah sendiri. Membuat saya bahagia, orang-orangnya ramah. Terima kasih atas sambutannya," ujar Akmal Menurutnya , Mamasa seperti sebuah surga yang seharusnya diekspos secara luas. Karenanya Ia pun menyatakan kesediaan bakal memberikan kontribusi untuk pengembangan Desa Wisata Tondok Bakaru kedepan. Karenanya ia pun sengaja melakukan melakukan tour menggunakan motor Trail di Mamasa, "Saya ingin melihat titik eksotis," ungkapnya. Hanya saja, Lanjut Akmal, aksesibilitas untuk mengembangkan wisata masih menjadi persoalan. Akses dimaksud adalah pengenalan Mamasa melalui sentuhan digital. "Kita masih miskin aksesibilitas. Kita harus lebih banyak lagi menggunakan media sosial. Tempat ini bisa booming ketika membuka akses media sosial seluas luasnya," ungkapnya. Wakil Bupati Mamasa Martinus Tiranda mengatakan sengaja memusatkan kegiatan penyambutan Pj Gubernur di Desa Tondok Bakaru', karena bertepatan dengan Program Sehari ASN untuk Tondok Bakaru'. Ia pun menyampaikan, Desa Tondok Bakaru' dipersiapkan dalam kedatangan Menteri Pariwisata. "Tempat ini menarik bagi siapa saja. Awalnya desa ini didorong oleh masyarakat Mamasa. Dan Mamasa mendukung dengan memberi semangat berupa menempatkan sejumlah event di Desa Tondok Bakaru. Tiga tahun pengembangan, kini Desa Wisata Tondok Bakaru' merupakan salah satu peraih penghargaan Anugerah Wisata Indonesia (Adwi) tahun 2021 dari 50 Desa yang telah ditetapkan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).(rls)

Pj. Gubernur Sulbar, Akmal Malik hadir bersama Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Hasyim Asy’ari serta sejumlah jajaran KPU Sulbar dan Unsur Forkopimda melakukan pengguntingan pita dalam rangka Peresmian Gedung Kantor KPU Sulbar, Kamis 2 Juni 2022 PJ Gubernur Sulbar Akmal Malik mengucapkan selamat datang kepada Ketua KPU RI beserta rombongan, serta selamat atas diresmikannya gedung Kantor KPU Sulbar. "Ini rumah demokrasi, dari sinilah proses demokrasi diukur kualitasnya," ujar Akmal. Lanjut Akmal, dengan berdirinya gedung baru Kantor KPU Sulbar maka diharapkan pula kualitas demokrasi di Sulbar semakin meningkat. "Semoga tempat ini menjadi berkah, berkah bagi demokrasi Indonesia, demokrasi bagi Sulbar," Usai pengguntingan pita, dilakukan penandatanganan prasasti dan pengecekan ruangan Kantor KPU Sulbar. Kemudian dilanjutkan dengan Rapat Koordinasi KPU RI dengan PJ Gubernur Sulbar bersama Forkopimda Sulbar dalam rangka menghadapi persiapan pemilu dan pemilihan serentak tahun 2024. Ketua KPU RI Hasyim Asy’ari berterima kasih atas kepada seluruh pihak yang turut mendukung Rekonstruksi Gedung Kantor KPU Sulbar. Kantor KPU Sulbar salah satu fasilitas publik yang terdampak bencana Gempa Bumi 15 Januari 2021. "Semoga diberikan keberkahan, dan semoga teman-teman KPU, jajaran KPU Sulbar dan kabupaten meningkatkan semangat kerja kerja demokrasi," ujar Hasyim Ia pun menyampaikan, peran KPU dalam melaksanakan pemilu tidak seharusnya dipandang sebagai menjalankan pesta demokrasi, melainkan menjalankan kerja-kerja demokrasi, "Beda dengan pesta. Pemilu adalah kerja kerja demokrasi," ungkapnya.(rls)

Pj. Gubernur Sulbar, Akmal Malik menghadiri Diskusi Aktual Sinergitas Pemerintah dan Pemerintah Daerah serta Instansi Vertikal dalam Strategi Pelaksanaan Urusan Politik dan Pemerintahan Umum di Ruang Kenari Hotel Maleo Mamuju, Kamis, 2 Juni 2022 Penjabat Gubernur Sulbar Akmal Malik menjelaskan, forum itu sebagai tindak lanjut dari Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2022, tentang Forum Koordinasi Pimpinan di Daerah (Forkopimda). Dengan harapan mempercepat penyelesaian permasalahan urusan pemerintahan umum di daerah yang bersifat multidimensi dan memerlukan penanganan cepat. Menurutnya, kondisi pelaksanaan urusan pemerintahan umum di Sulbar sama dengan kondisi penerbangan di Sulbar saat ini, penuh ketidakpastian dan sering berubah berubah. Sehingga diperlukan keterlibatan seluruh pihak menyelesaikan persoalan itu. Utamanya soal keamanan dan ketertiban masyarakat, menurut Akmal itu menjadi hal mendasar yang harus dipenuhi di daerah. Ia mencontohkan, munculnya konflik setiap penetapan harga TBS. "Ini butuh langkah riil. Kita akan coba melakukan komunikasi dengan forkopimda," ungkapnya. Kepala Pusat Litbang Otonomi Daerah, Politik Dan Pemerintahan Umum (Otda Polpum) Kemendagri, Akbar Ali mengatakan, beberapa hal yang perlu diperkuat dalam urusan pemerintahan umum di daerah adalah Kerukunan. "Menjaga KUB, menjaga antar suku dan ketertiban antara kita masyarakat," ungkapnya. Utamanya dalam menghadapi pesta demokrasi, Pilkada 2024. Diharapkan Forkopimda bersinergi menyukseskan jalannya pesta demokrasi. Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia (BSKDN) Kemendagri RI Eko Prasetyanto menjelaskan, yang harus dipahami adalah tujuan nasional, yang melindungi segenap bangsa dan tumpah darah adalah hal yang sangat penting "Kita harus menyadari bahwa mewujudkan bukan hal yang mudah, Karana negara kepulauan terbesar di Indonesia," ungkapnya. (rls)

Sulbar berbeda dengan daerah lain, sehingga dibutuhkan kebijakan khusus dari pusat untuk mempercepat pembangunan di Provinsi ke 33 di Indonesia ini. Begitu disampaikan Penjabat Gubernur Sulbar Akmal Malik saat memberikan sambutan sekaligus membuka Rapat Koordinasi Pembinaan Hubungan Pusat dan Daerah dalam Strategi Kebijakan Dalam Negeri Kerjasama Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri Kemendagri RI dan Balitbangda Sulbar di Gedung PKK Sulbar, Kamis 2 Juni. Menurut Akmal, selama ini pusat menerapkan kebijakan simetris ke Sulbar, dengan kata lain Sulbar digeneralisasi atau diperlakukan sama dengan provinsi-provinsi lainnya. Sementara Sulbar belum siap untuk itu. "Kami berharap agar memandang Sulbar tidak sama dengan daerah lain," ujar Akmal. Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kemendagri Eko Prasetyanto menyampaikan, kegiatan tersebut dilaksanakan guna mempererat hubungan kerja sama antara pusat dan daerah, Instansi vertikal serta swasta. Dengan begitu kedepan dapat merealisasikan berbagai strategi kebijakan serta meningkatkan kinerja pemda dan pelayanan publik secara optimal. "Kita harus bekerja sama dengan peran akademisi, ataupun dengan pihak ketiga bahkan dengan media dan masyarakat luas. Ini tantangan yang perlu kita lakukan," ungkapnya. (rls)

Stunting dan kekurangan gizi lainnya yang terjadi pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), disamping berisiko menghambat pertumbuhan fisik dan kerentanan anak terhadap penyakit, juga menghambat perkembangan kognitif yang akan berpengaruh pada tingkat kecerdasan dan produktivitas anak di masa mendatang. Hal tersebut dikemukakan Sekprov Sulbar, Muhammad Idris, dalam sambutannya saat membuka kegiatan Kinerja Aksi Konvergensi Penurunan Stunting Tahun 2022, bertempat di Grand Mutiara Hotel Mamuju, Kamis 2 Juni 2022. "Persoalan stunting bukan persoalan bangsa di masa sekarang saja, melainkan menyangkut masa depan anak-anak kita sebagai penerus bangsa,"ucap Idris Olehnya itu, Idris menekankan perlu adanya keterpaduan atau sinergisitas lintas sektor dan antar tingkat pemerintahan, dalam upaya mendorong percepatan pencegahan stunting. "Perlu adanya kerja sama semua pihak untuk memperkuat penyelenggaraan penurunan stunting maupun kekurangan gizi melalui koordinasi dan konsolidasi program kegiatan pusat, daerah maupun antar desa,"tegasnya Idris berharap melaui kegiatan itu menjadi momentum untuk mengevaluasi kinerja pemerintah kabupaten dalam pelaksanaan delapan aksi konvergensi penurunan stunting di wilayah masing-masing "Juga memperkuat komitmen pemerintah untuk melakukan upaya konvergensi percepatan penurunan stunting di wilayahnya masing-masing, yang kemudian ditindaklanjuti secara nyata demi kemajuan daerah yang kita cintai,"pungkasnya Kegiatan itu dihadiri, para Kepala OPD Lingkup Pemprov Sulbar, Perwakilan DWP Sulbar, Perwakilan TP-PKK Sulbar, Tim Percepatan Penurunan Stunting Se-Sulbar serta undangan lainnya. ( Tawin)

Fokus utama pemerintah provinsi saat ini adalah mewujudkan Data Desa Presisi. Sebab penting ketepatan dan akurasi data menjadi dasar dalam menyusun setiap perencanaan program. Salah satu dukungan Penjabat Gubernur Sulbar Akmal Malik, mengupayakan pengadaan Drone untuk setiap kecamatan yang langsung dibiayai dari APBN. Drone tersebut diperuntukkan kepada setiap kecamatan melakukan pemetaan data di setiap desa. Hal itu sejalan dengan program Kanwil Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Sulbar, yakni Optimalisasi Drone Pilots Community (Komunitas Drone), karenanya, Pj Gubernur Akmal Malik turut mendukung program BPN Sulbar. Dia pun berharap Kanwil BPN Sulbar terus melahirkan program-program. Khususnya program berskala nasional yang dapat mendatangkan tamu luar daerah. Ditjen Otonomi Daerah (Otda) Kemendagri ini menjelaskan, salah permasalahan Sulbar saat ini sebab masih banyaknya kegiatan-kegiatan dilaksanakan di luar daerah. Sehingga kedepan ia meminta OPD tidak lagi membuat kegiatan di luar dari provinsi Sulbar. Sebaliknya ia meminta kepada OPD dan mengajar Forkopimda Sulbar membuat kegiatan berskala nasional di Sulbar. "Kita membuat agar orang datang kesini (Sulbar,red). OPD tidak boleh lagi keluar daerah. Kita minta tanggung jawab kita semua, buat kegiatan di Sulbar," ujar Akmal saat menerima kunjungan silaturahmi dari Kanwil BPN Sulbar di Rujab Gubernur Sulbar, Kamis 2 Juni. Kakanwil ATR/BPN Sulbar, Hardian menjelaskan, pemanfaatan Drone dalam pemetaan lahan di Sulbar sudah diterapkan di BPN Sulbar. Namun perlu dioptimalkan, sehingga kedepan bakal memanfaatkan sejumlah pemuda bergabung dalam Drone Pilots Community. Dengan begitu melalui komunitas tersebut turut dalam mendukung terwujudnya Data Desa Presisi di Sulbar. "Diperlukan kolaborasi antar lembaga vertikal dan pemda provinsi dan kabupaten memformulasikan kebijakan di bidang pertanahan dan tata ruang. Diperlukan wadah untuk koordinasi, sharing resource, dengan membentuk Drone Pilots Community," ungkapnya. (rls)

  1. Popular
  2. Recent
  3. Comments