HUT 17

Kegiatan Legislatif

Firman Argo Harapkan Keseriusan Pemerintah Dalam Hal Menyikapi...

Kegiatan Legislatif - Mar 30, 2021

Firman Argo Waskito sebagai Anggota DPRD Sulbar memberikan tanggapannya terkait pemberhentian perjanjian kerjasama antara Pemprov dan BPJS terkait peserta BPJS PBI Provinsi per 31 desember 2020, melalui...

Mengapa Perlu Revolusi Mental

Hasil-hasil survei internasional sering menunjukkan bahwa dalam hal yang baik, angka untuk Indonesia cenderung rendah, tetapi dalam hal yang buruk cenderung tinggi.

Contoh, data Tranparency International menunjukkan persepsi tentang tingkat korupsi di sektor publik, dari 177 negara dan dengan 177 skor, Indonesia berada di rangking 114 dengan skor 32.
Ini di bawah Ethiopia yang berada pada posisi 111.

Masyarakat Indonesia sendiri merasa resah melihat perilaku, sikap serta mentalitas kita yang saling serobot di jalan raya, tak mau antre, kurang penghargaan terhadap orang lain. Serangkaian FGD (kelompok diskusi terfokus) di Jakarta, Aceh, dan Papua yang dilakukan oleh Kelompok Kerja Revolusi Mental Rumah Transisi juga menggambarkan keresahan masyarakat tentang karakter kita sebagai bangsa.
Nilai-Nilai Strategis Revolusi Mental
Sub Nilai
Kewargaan
Dapat Dipercaya

Sub Nilai
Profesional
Mandiri
Kreatif

Sub Nilai
Saling Menghargai
Gotong Royong
8 Prinsip Revolusi Mental

  1. Revolusi Mental adalah gerakan sosial untuk bersama-sama menuju Indonesia yang lebih baik.
  2. Harus didukung oleh tekad politik (political will) Pemerintah
  3. Harus bersifat lintas sektoral.
  4. Kolaborasi masyarakat, sektor privat, akademisi dan pemerintah.
  5. Dilakukan dengan program “gempuran nilai” (value attack) untuk senantiasa mengingatkan masyarakat terhadap nilai-nilai strategis dalam setiap ruang publik.
  6. Desain program harus mudah dilaksanakan (user friendly), menyenangkan (popular) bagi seluruh segmen masyarakat.
  7. Nilai-nilai yang dikembangkan terutama ditujukan untuk mengatur moralitas publik (sosial) bukan moralitas privat (individual).
  8. Dapat diukur dampaknya dan dirasakan manfaatnya oleh warga masyarakat.
Siapa Penggerak Revolusi Mental

Revolusi mental bermula dari ajakan Presiden Jokowi sebagai pemimpin bangsa Indonesia untuk mengangkat kembali karakter bangsa yang telah mengalami kemerosotan dengan secepat-cepatnya dan bersama-sama (revolusioner).


Karena itu Revolusi Mental mula-mula digerakkan oleh Presiden dan didukung oleh suatu konsorium yang terdiri dari para tokoh nasional (birokrasi pemerintah, dunia usaha, tokoh agama, akademisi, seniman, budayawan, dan masih banyak lagi).

Gerakan ini diharapkan akan terus menyebar menjadi gerakan-gerakan masyarakat di tingkat lokal dan komunitas di seluruh Indonesia.

Penggerak Revolusi Mental adalah kita, seluruh bangsa Indonesia.
Kegiatan KOMINFO

Pindah Tugas, Safaruddin Pamit Dari Diskominfoperss...

Kegiatan Infokom - Nov 07, 2021

  Suasana haru mewarnai acara perpisahan  Mantan Kepala Dinas Komunikasi Informatika, Persandian dan Statistik  (Diskominfoperss) Sulbar, Safaruddin Sanusi, DM, Senin, 8 November 2021, saat izin pamit...

Pojok Opini/Artikel

Gubernur Sulawesi Barat dukung Proper Sdr. Amram

Opini & Artikel - Des 06, 2020

  Gubernur Sulawesi Barat, H.M. Ali Baal Baal Masdar menyatakan dukungan terhadap Proyek Perubahan tentang Strategi Peningkatan Sistem Akuntabilitas KInerja Instansi Pemerintah (SAKIP) yang digagas Sdr....

Program Pemerintah

Survei Asal Tujuan Transportasi Nasional Orang

Survei Asal Tujuan Transportasi Nasional