21 Agu 2020

Hindari Kulit Iritasi akibat Handsanitizer

Sejak pertama kali muncul di Wuhan, China pada akhir tahun 2019 dan menyebabkan wabah pandemi di seluruh dunia, Covid-19 telah merubah atensi masyarakat di dunia,  dengan meningkatkan kewaspadaan penyebaran virus Corona dimana virus ini dapat dengan mudah menular melalui media droplet (percikan air liur saat batuk atau 

bersin), aerosol, maupun kontak transimisi melalui benda atau sentuhan langsung.

Bekerja dan beraktifitas diluar ruangan saat pandemi, mengharuskan kita menjaga kebersihan 

tangan secara terus menerus dari paparan virus. Penggunaan Hand Sanitizer kemudian menjadi 

pilihan praktis saat kita berada jauh dari fasilitas tempat mencuci tangan dengan menggunakan air 

dan sabun. Sangat penting untuk mengetahui isi kandungan dari Hand Sanitizer yang kita gunakan 

sehari-hari. Badan Kesehatan Dunia atau WHO menyebutkan, formulasi gabungan alkohol, hidrogen 

peroksida, dan gliserin adalah formulasi yang baik dan cukup dapat digunakan sebagai alat untuk 

membunuh kuman maupun virus yang terdapat pada tangan. Namun, amankah penggunaan Hand 

Sanitizer secara terus menerus pada kulit?

Fungsi alkohol dan hidrogen peroksida yang terkandung pada Hand Sanitizer berfungsi efektif 

untuk membunuh virus dan bakteri dengan minimal kandungan konsentrasi alkohol 60% - 95%.

Namun, penggunaan alkohol terus menerus dapat menurunkan kelembaban kulit sehingga dapat 

membuat kulit terasa kering hingga perih. Hal ini terjadi karena alkohol merusak skin barrier, dimana 

lemak pada kulit, yang menjaga kelembaban juga ikut rusak. Sehingga, pada Hand Sanitizer, agen 

humektan perlu ditambahkan. Gliserin adalah humektan yang dapat ditemukan dalam Hand Sanitizer. 

Gliserin inilah yang akan menjaga kelembaban kulit. Seringkali, Aloe Vera atau Lidah Buaya juga 

ditambahkan pada beberapa Hand Sanitizer dengan harapan untuk membantu menjaga kelembaban 

kulit, yang bisa saja terganggu akibat penggunaan bahan-bahan desinfektan. Namun perlu 

diperhatikan, bahwa mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun minimal 20 detik, adalah langkah 

yang paling efektif dalam menjaga kebersihan tangan. Terutama jika kita sering mengaplikasikan Hand 

Sanitizer. Mencuci tangan setelahnya, sangat dianjurkan. Jika iritasi yang parah terjadi, seperti 

munculnya kemerahan, rasa gatal, perih, kulit terkelupas dan tampak bintil berisi cairan, segeralah 

konsultasikan ke dokter spesialis terdekat.

Langkah lain yang dapat dilakukan untuk mencegah kulit iritasi adalah dengan menggunakan 

pelembab setelah mencuci tangan. Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit & Kelamin (PERDOSKI) 

mengajurkan penggunaan pelembab dapat digunakan sesaat setelah mengeringkan tangan setelah 

mencuci tangan. Pilihlah pelembab dengan kandungan Mineral Oil atau Petrolatum, pelembab yang 

tidak mengandung warna dan pengharum buatan. Untuk kulit sensitif, gunakan pelembab dengan 

kandungan bahan seperti Seramid, Shea Butter, atau minyak almond. Minumlah air putih yang cukup 

untuk meningkatkan hidrasi kulit.

Lakukanlah langkah proteksi diri sesuai dengan anjuran, agar upaya pencegahan penularan 

Covid-19 dapat dilakukan dengan maksimal.

 

Read 217 times Last modified on Jumat, 21 Agustus 2020 23:14
(0 votes)