Kegiatan Legislatif

Halal bi Halal Ikatan Alumni Pendidikan dan Pelatihan...

Kegiatan Legislatif - Jul 05, 2019

Sekprov Sulbar, Muhammad Idris saat menghadiri Halal bi Halal Ikatan Alumni Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan Nasional di Gedung Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementrian Hukum dan HAM RI, Jakarta...

Mengapa Perlu Revolusi Mental

Hasil-hasil survei internasional sering menunjukkan bahwa dalam hal yang baik, angka untuk Indonesia cenderung rendah, tetapi dalam hal yang buruk cenderung tinggi.

Contoh, data Tranparency International menunjukkan persepsi tentang tingkat korupsi di sektor publik, dari 177 negara dan dengan 177 skor, Indonesia berada di rangking 114 dengan skor 32.
Ini di bawah Ethiopia yang berada pada posisi 111.

Masyarakat Indonesia sendiri merasa resah melihat perilaku, sikap serta mentalitas kita yang saling serobot di jalan raya, tak mau antre, kurang penghargaan terhadap orang lain. Serangkaian FGD (kelompok diskusi terfokus) di Jakarta, Aceh, dan Papua yang dilakukan oleh Kelompok Kerja Revolusi Mental Rumah Transisi juga menggambarkan keresahan masyarakat tentang karakter kita sebagai bangsa.
Nilai-Nilai Strategis Revolusi Mental
Sub Nilai
Kewargaan
Dapat Dipercaya

Sub Nilai
Profesional
Mandiri
Kreatif

Sub Nilai
Saling Menghargai
Gotong Royong
8 Prinsip Revolusi Mental

  1. Revolusi Mental adalah gerakan sosial untuk bersama-sama menuju Indonesia yang lebih baik.
  2. Harus didukung oleh tekad politik (political will) Pemerintah
  3. Harus bersifat lintas sektoral.
  4. Kolaborasi masyarakat, sektor privat, akademisi dan pemerintah.
  5. Dilakukan dengan program “gempuran nilai” (value attack) untuk senantiasa mengingatkan masyarakat terhadap nilai-nilai strategis dalam setiap ruang publik.
  6. Desain program harus mudah dilaksanakan (user friendly), menyenangkan (popular) bagi seluruh segmen masyarakat.
  7. Nilai-nilai yang dikembangkan terutama ditujukan untuk mengatur moralitas publik (sosial) bukan moralitas privat (individual).
  8. Dapat diukur dampaknya dan dirasakan manfaatnya oleh warga masyarakat.
Siapa Penggerak Revolusi Mental

Revolusi mental bermula dari ajakan Presiden Jokowi sebagai pemimpin bangsa Indonesia untuk mengangkat kembali karakter bangsa yang telah mengalami kemerosotan dengan secepat-cepatnya dan bersama-sama (revolusioner).


Karena itu Revolusi Mental mula-mula digerakkan oleh Presiden dan didukung oleh suatu konsorium yang terdiri dari para tokoh nasional (birokrasi pemerintah, dunia usaha, tokoh agama, akademisi, seniman, budayawan, dan masih banyak lagi).

Gerakan ini diharapkan akan terus menyebar menjadi gerakan-gerakan masyarakat di tingkat lokal dan komunitas di seluruh Indonesia.

Penggerak Revolusi Mental adalah kita, seluruh bangsa Indonesia.
Kegiatan KOMINFO

Internet Gratis Direncanakan Untuk 66 Desa “Marasa”

Kegiatan Infokom - Okt 27, 2018

         Sebanyak 66 Desa di Provinsi Sulbar direncanakan akan mendapatkan layanan internet gratis mulai tahun depan. Terdiri dari, di Kabupaten Mamuju, Mamuju Tengah, Majene, Mamasa serta  Pasangkayu...

Event

Seleksi calon anggota KPID berlanjut

Events - Des 10, 2018

Mamuju - Seleksi Calon Anggota KPID masuk pada tahapan berikutnya. Sebelumnya pada Sabtu 8/12 panitia seleksi calon anggota KPID menyelenggarakan ujian tertulis yang diikuti oleh 28 peserta dari 33 peserta...

Pojok Opini/Artikel

Potret Jejak Open Goverment di Sulbar (Bagian 1) Dari Spirit Kepatuhan dan Implementasi...

Opini & Artikel - Feb 11, 2019

  INDONESIA menjadi satu dari 8 negara pelopor Open GovermentParnertship (OGP). Didirikan September 2011 dengan visi menciptakan lebih banyak pemerintahan yang lebih transparan, bertanggungjawab dan cepat...