Pantau Pandemi Covid-19

Kegiatan Legislatif

Arwan Aras Ditengah Pandemik Covid 19, Bagikan APD Di Seluruh...

Kegiatan Legislatif - Mei 01, 2020

 Anggota DPR RI Dapil Sulbar H. Arwan M Aras Tammauni sebagai wakil rakyat yang memiliki rasa tanggungjawab dan perhatian terkait  wabah covid yang menimpa dunia bahkan Sulbar, nampaknya semakin bersemangat...

Kegiatan Sekretaris Daerah

Netralisasi ASN Dalam Pilkada Harus Diawasi Secara Cermat

Kegiatan Sekda - Agu 11, 2020

  Kominfo Sulbar-- Sekprov Sulbar Muhammad Idris mengikuti Website Seminar (Webinar) bertema netralitas dan kewaspadaan politisasi ASN dalam Pilkada serentak 2020 yang diselenggarakan oleh Kementerian...

Mengapa Perlu Revolusi Mental

Hasil-hasil survei internasional sering menunjukkan bahwa dalam hal yang baik, angka untuk Indonesia cenderung rendah, tetapi dalam hal yang buruk cenderung tinggi.

Contoh, data Tranparency International menunjukkan persepsi tentang tingkat korupsi di sektor publik, dari 177 negara dan dengan 177 skor, Indonesia berada di rangking 114 dengan skor 32.
Ini di bawah Ethiopia yang berada pada posisi 111.

Masyarakat Indonesia sendiri merasa resah melihat perilaku, sikap serta mentalitas kita yang saling serobot di jalan raya, tak mau antre, kurang penghargaan terhadap orang lain. Serangkaian FGD (kelompok diskusi terfokus) di Jakarta, Aceh, dan Papua yang dilakukan oleh Kelompok Kerja Revolusi Mental Rumah Transisi juga menggambarkan keresahan masyarakat tentang karakter kita sebagai bangsa.
Nilai-Nilai Strategis Revolusi Mental
Sub Nilai
Kewargaan
Dapat Dipercaya

Sub Nilai
Profesional
Mandiri
Kreatif

Sub Nilai
Saling Menghargai
Gotong Royong
8 Prinsip Revolusi Mental

  1. Revolusi Mental adalah gerakan sosial untuk bersama-sama menuju Indonesia yang lebih baik.
  2. Harus didukung oleh tekad politik (political will) Pemerintah
  3. Harus bersifat lintas sektoral.
  4. Kolaborasi masyarakat, sektor privat, akademisi dan pemerintah.
  5. Dilakukan dengan program “gempuran nilai” (value attack) untuk senantiasa mengingatkan masyarakat terhadap nilai-nilai strategis dalam setiap ruang publik.
  6. Desain program harus mudah dilaksanakan (user friendly), menyenangkan (popular) bagi seluruh segmen masyarakat.
  7. Nilai-nilai yang dikembangkan terutama ditujukan untuk mengatur moralitas publik (sosial) bukan moralitas privat (individual).
  8. Dapat diukur dampaknya dan dirasakan manfaatnya oleh warga masyarakat.
Siapa Penggerak Revolusi Mental

Revolusi mental bermula dari ajakan Presiden Jokowi sebagai pemimpin bangsa Indonesia untuk mengangkat kembali karakter bangsa yang telah mengalami kemerosotan dengan secepat-cepatnya dan bersama-sama (revolusioner).


Karena itu Revolusi Mental mula-mula digerakkan oleh Presiden dan didukung oleh suatu konsorium yang terdiri dari para tokoh nasional (birokrasi pemerintah, dunia usaha, tokoh agama, akademisi, seniman, budayawan, dan masih banyak lagi).

Gerakan ini diharapkan akan terus menyebar menjadi gerakan-gerakan masyarakat di tingkat lokal dan komunitas di seluruh Indonesia.

Penggerak Revolusi Mental adalah kita, seluruh bangsa Indonesia.
Kegiatan KOMINFO

Bimtek SIMAYA Diharapkan Dukung Percepatan Tata Kelola...

Kegiatan Infokom - Jul 01, 2020

  Kominfo Sulbar -- Dalam rangka mendukung optimalisasi penerapan sistem Administrasi perkantoran, Dinas Komunikasi Persandian dan Statistik Sulbar mengadakan bimbingan teknis Aplikasi SIMAYA/e-office...

Pojok Opini/Artikel

(Catatan dari Evaluasi Internal SPBE Pemprov Sulbar 2019) Optimis Keluar Dari Zona...

Opini & Artikel - Okt 25, 2019

Oleh: Wahyudi Iswar ( Bidang SPBE Crew, Kominfopers Sulbar) Hasil evaluasi SPBE Sulbar tahun 2018, menunjukkan bahwa provinsi ke 33 ini belum menaruh perhatian besar terkait digitalisasi pemerintahan....

Program Pemerintah

Survei Asal Tujuan Transportasi Nasional Orang

Survei Asal Tujuan Transportasi Nasional