07 Nov 2021

Pindah Tugas, Safaruddin Pamit Dari Diskominfoperss Sulbar

 

Suasana haru mewarnai acara perpisahan  Mantan Kepala Dinas Komunikasi Informatika, Persandian dan Statistik  (Diskominfoperss) Sulbar, Safaruddin Sanusi, DM, Senin, 8 November 2021, saat izin pamit kepada seluruh jajaran Diskominfoperss Sulbar untuk bertugas di tempat yang baru.

Seperti diketahui, setelah menjabat kurang lebih dua (2) tahun sebagai Kepala Diskominfoperss Sulbar, kini Safaruddin  ditugaskan di tempat baru sebagai Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Sulbar.

Bertempat di Ruang Kerja Kepala Diskominfoperss Sulbar, sebelum pindah, Safaruddin  berpesan kepada seluruh jajaran Diskominfoperss Sulbar agar tetap fokus pada empat (4) program nasional, yaitu mengenai Sistem Pemerintahan Berbasis Elekteonik (SPBE) sesuai dengan Perpres Nomor 95 Tahun 2018.

“Kita sudah menyusun Rencana Induk SPBE Tahun 2022. Untuk kegiatan penyusunan Rencana Induk ini kita menggandeng Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Nah, di Tahun 2021 ini target SPBE kita 2,22 dari sebelumnya 1,64. Makanya Tahun 2022 sudah tercapai. Pola kerja pemerintahan kedepan lebih maju dan modern,”kata Safaruddin 

Selanjutnya, terkait Perpres Nomor 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia (SDI). Sebab, Diskominfoperss merupakan sentra atau wali data. Disusul, mengenai Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID). Safaruddin mengungkapkan, PPID selama dua tahun berturut-turut mendapatkan nilai Menuju Informatif atas keterbukaan informasi publik.

"Semoga hal  ini dipertahankan dan bisa dimaksimalkan pada Tahun 2022 nanti dengan nilai ‘Informatif’. Awalnya hal itu pada Tahun 2019 kita dapat nilai ‘Tidak Informatif’. Ada 5 (lima) kategori, yaitu tidak informatif, kurang informatif, cukup informatif, menuju informatif dan informarif. Alhamdulillah dua tahun ini kita dapat menuju informatif,”beber Safaruddin

Safaruddin juga menyampaikan, berbagai prestasi dan gebrakan juga terus dilakukan selama menjabat. Salah satunya adalah program internet masuk desa, yakni sebanyak 32 desa di enam (6) Kabupaten se- Sulbar.

“Semoga program ini juga terus didorong kedepannya, karena sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Hal ini juga mendukung keterbukaan dan akses informasi yang dapat dirasakan oleh masyarakat,”harapnya (farid)






Read 269 times
(0 votes)