14 Jul 2021

Gubernur Sulbar : Kita Inginkan Percepatan Pembangunan Sulbar

 

Dalam rangka melakukan percepatan pemulihan ekonomi di daerah, sebagai bagian dari Program PEN, Pemprov Sulbar menggelar rapat pembahasan dana pinjaman PEN Daerah, Selasa, 13 Juli 2021.

Bertempat di Kantor Merah Putih Gubernur Sulbar,  rapat tersebut dipimpin langsung Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar, didampingi Sekprov Sulbar, Muhammad Idris, Asisten I Bidang Pemkesra, Muh Natsir, serta Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Junda Maulana.

Dalam pertemuan itu, Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar menyampaikan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, dikarenakan dana pinjaman PEN dapat dicapai oleh pemerintah daerah. Hal itu tentunya tidak lepas dari kerja keras seluruh stakeholder terkait, sehingga visi misi pemerintah daerah kedepan diharapkan mampu menunjang kemajuan provinsi ke-33 ini.

"Kita menginginkan percepatan pembangunan untuk kemajuan Sulbar. Untuk itu, kita harus melakukan pinjaman dana PEN  demi menunjang program-program kerja pemerintah daerah  Sulbar,"sebut Ali Baal

Sekprov Sulbar,  Muhammad Idris menyampaikan,  rapat tersebut dilaksanakan untuk melakukan konsolidasi percepatan dana pinjaman PEN yang diperuntukkan bagi   pembiayaan infrastruktur dari kementrian terkait.

Disampaikan, terdapat beberapa item penting dari hasil rapat itu yang  diawali dari koordinasi unit lintas OPD terkait, seperti PTSP,  Dinas Kehutanan, Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas PUPR. 

"Semuanya telah diatur, sehingga ketika kita menemukan permasalahan harus langsung segera diselesaikan,"ujar Idris 

Lebih lanjut disampaikan, berdasarkan hasil rapat bersama Gubernur Sulbar dan OPD terkait, diputuskan akan segera melakukan konsolidasi percepatan agar tidak terjadi lagi dokumen-dokumen yang terpisah antara satu dengan yang lain.

"Kita berharap PEN ini dapat segera direalisasikan, dan malam ini kita akan bergerak semuanya,"tandasnya

Turut hadir dalam rapat tersebut,  para Pimpinan OPD lingkup Pemprov Sulbar dan undangan lainnya. (farid) 

 

Read 230 times
(0 votes)