23 Jun 2021

Enny Sebut PMI Sulbar Masih Akan Setia Di Hati Masyarakat Sulbar

 

Wakil Gubernur Sulbar, Enny Anggraeni Anwar, yang juga merupakan Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Sulbar, menghadiri Pembukaan Lessons Learned Operasi Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi Sulbar, yang berlangsung di Aula Hotel Lestari Mamuju, Selasa, 22 Juni 2021.

Kegiatan itu dibuka secara resmi oleh Sekprov Sulbar Muhammad Idris, mewakili Pemprov Sulbar.

Wakil Gubernur Sulbar, Enny Anggraeni Anwar mengatakan, kegiatan Lessons Learned Operasi Tanggap Bencana Gempa Bumi Sulbar merupakan evaluasi dari capaian layanan yang telah dilakukan selama ini.

"Melalui kegiatan ini, kita bisa bersama-sama mengevaluasi capaian-capaian layanan, serta mengambil pembelajaran dari operasi yang telah kita lakukan selama ini. Sehingga kita bisa menyiapkan rencana-rencana perbaikan yang lebih baik lagi untuk pelayanan tanggap darurat di masa yang akan datang,"kata Enny 

Sebagai Ketua PMI Sulbar, Enny mengungkapkan, gempa bumi yang terjadi pada 15 Januari 2021 di wilayah Sulbar menimbulkan berbagai permasalahan. Menangani hal tersebut, PMI telah melakukan pelayanan guna membantu masyarakat yang terdampak bencana di Kabupaten Majene dan Kabupaten Mamuju.

"Selaku Ketua PMI Sulbar, saya berjanji PMI masih akan setia di hati masyarakat, dan masih akan memberi apa yang bisa diberikan kepada masyarakat yang terdampak gempa di dua kabupaten tersebut,"tegas Enny

Ia juga mengungkapkan, dalam pelaksanaan operasi tanggap darurat, tantangan terbesar adalah adanya penyesuaian kegiatan tanggap bencana yang berlangsung di tengah pandemi Covid-19 demi mengurangi resiko paparan bagi relawan maupun penyintas.

"Semua hasil kerja PMI Sulbar hingga saat ini tidak terlepas dari bantuan PMI di berbagai daerah di Indonesia, serta yang terpenting adalah kolaborasi dan sinergi antara PMI Sulbar dan Pemerintah Daerah Sulbar dalam melakukan pelayanan kepada masyarakat terdampak bencana,"bebernya

Sementara itu, Sekprov Sulbar Muhammad Idris dalam sambutannya mengatakan, pelayanan yang dilakukan oleh PMI sejak 15 Januari lalu hingga saat ini patut diapresiasi.

"Sejak 15 Januari PMI telah hadir di tengah-tengah masyarakat hingga saat ini, hal tersebut sangat patut kita apresiasi. Saya menyebut PMI bukan lagi Palang Merah Indonesia, tetapi "Perhimpunan Manusia Istimewa,"kata Idris

 

Idris juga menilai kehadiran PMI dengan praktek-prakteknya selama ini sangat luar biasa, sehingga diharapkan PMI kedepan benar-benar bisa jadi bagian yang tidak terpisahkan dari upaya membangun paradigma penanganan kebencanaan di Sulbar. 

"Sulbar akan bisa menjadi daerah yang tangguh dalam pengelolaan kebencanaan, jika mindset masyarakat sadar akan kebencanaan lebih ditingkatkan,"tandasnya

Pada kegiatan tersebut dirangkaikan penyerahan piagam penghargaan oleh Ketua PMI Sulbar kepada sejumlah pihak atas partisipasi dan dukungannya kepada PMI dalam pelayanan tanggap darurat bencana Sulbar, yaitu :

1. Dinas Kesehatan Sulbar

2. Kepala Laboratorium Kesehatan Daerah Sulbar

3. Kepala PT. Pos Mamuju

4. Direktur PDAM Mamuju

5. Perwakilan Relawan

Hadir dalam kegiatan itu, Perwakilan PMI Pusat, Sasongko Tejo, Kepala Dinas Kominfopers Sulbar, Safaruddin Sanusi, Kepala Dinas Sosial Sulbar, Andi Bau Akram, Staf Ahli Gubernur Sulbar dan Tenaga Ahli Wakil Gubernur Sulbar, serta undangan lainnya.

 

 

Read 328 times
(0 votes)