27 Mei 2019

Klinik Pratama Medical Tourism Akan Dibangun

Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar didampingi Asisten I Bidang Tata Praja, Muh. Natsir dan Asisten III bidang Adminsitrasi Umum, Djamila melakukan pertemuan tindak lanjut pencanangan Klinik Pratama Medical Tourism lingkup Provinsi Sulbar yang akan di bangun di enam kabupaten. Pertemuan berlangsung, Rabu, 23 Mei 2019.

Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar menyampaikan, sesuai hasil rapat tindak lanjut pencanangan Klinik Pratama medical Tourism, berfokus pada dua poin yaitu, pembentukan tim kecil dari berbagai stakeholder terkait dari pemerintah provinsi dan pihak swasta, yang bertujuan mampu melakukan aksi nyata dalam menyukseskan program tersebut, disusul pihak APDMI segera melakukan permohonan izin usaha pendirian dengan melakukan penyuratan terlebih dahulu kepada Pemerintah terkait dalam hal ini Pemprov Sulbar. 
Dengan adanya rencana pembangunan klinik tersebut, membawa angin segar bagi para tenaga kerja khususnya dibidang kesehatan, pendidikan dan pariwisata. 

“Sudah saatnya bagi para anak-anak ku yang kuliah dikesehatan, baik keperawatan, kebidanan, laboratorium dan lainnya untuk segera memacu diri, karena tenaga kerja segera dibuka dan diproritaskan bagi warga sulbar, serta sistem rekrutmennya akan disatukan di Pemprov Sulbar bukan di kabupaten masing-masing. Kalau ini terbangun sesuai jadwal, membutuhkan 4000an tenaga kerja," ucap mantan Bupati Polman itu.
Lebih lanjut disampaikan, dengan adanya Klinik Pratama Medical Tourism , berdasarkan regulasi dan aturan pemerintah diperuntukkan bagi masyarakat kalangan menengah keatas. 

"Meskipun demikian, juga tetap membuka diri bagi masyarakat kalangan menegah kebawah saat dalam keadaan kritis, " sebutnya.
Masih kata Ali Baal, pembangunan untuk satu unit klinik akan dibangun diatas lahan seluas satu hektar yang diperuntukkan bagi 100 kamar yang akan disediakan oleh masing-masing pemerintah kabupaten dan pihak swasta itu sendiri. Direncanakan, klinik berfokus pada spesialis jantung, spesialis strok, diabetes, kanker dan akan mengembangkan sistim stemsel,” pungkasnya
Pimpinan Proyek Nasional Pembangunan Klinik Pratama dan Medical Tourism dr.Edy Maskur Purba, menyampaikan, kerjasama yang sama yang telah dibangun dengan Pemprov sulbar sangat baik, dimana saat ini pihaknya telah menunggu arahan pemerintah daerah terkait lokasi pembangunan satu klinik ditiap kabupaten yang dimaksud.
\

" Setelah semua perizinan telah rampung, maka pihak APDMI akan segera memulai pembangunan fisik dan merekrut tenaga kerja berdasarkan spesifikasi jurusan para karyawan dan sesuai perintah Gubernur Sulbar lebih tenaga kerja lebih mengutamakan putera asli Sulawesi Barat. Proyek ini adalah proyek internasional yg berstandar Internasional yang berfokus pada pelayanan medis," sebut dr.Edy
Terkait permasalah lokasi yang dimaksud, pihaknya telah memiliki memiliki data tentang calon lokasi pembangunan tetapi menurut dr. Edy pihaknya masih menunggu intruksi prioritas utama pembangunan dari Pemerintah daerah terutama yang menyangkut masalah perizinan.

Disebutkan, dalam satu klinik dibutuhkan lima orang dokter spesialis dan jika target pembangunan sebanyak 30 lokasi maka dibutuhkan paling tudak 150 orang tenaga dokter, namun jika dokter di Sulbar tidak mencukupi kebutuhan maka pihaknya meminta solusi kepada Gubernur Sulbar dan Kadis Kesehatan Sulbar untuk pemenuhan kebutuhan dokter tersebut.
“ Kami akan berupaya secara maksimal akan membangun di 30 lokasi yang bisa mengcover dari kebutuhan kesehatan masyarakat yang sebetulnya sudah ada, saat ini di Puskesmas-Puskesmas,” tandas dr. Edy
Rapat tersebut turut dihadiri, Asisten I, Muh. Natsir, Asisten III, Djamila Kepala Dinas Sosial Sulbar, Andi Akram, Kepala Dinas Kesehatan, dr, Ahmad Azis, Kepala Dinas Pendidikan Sulbar, Aripuddin Topo serta para tamu undangan

Read 265 times
(0 votes)