14 Nov 2018

Kapolda Himbau, Ayo Perangi Berita hoax Demi Sulawesi Barat yang Malaqbi dan Tetap Kondusif

Jangan buat kepanikan dengan menyebarkan berita-berita bohong, seharusnya yang kita lakukan adalah memberikan bantuan dan doa. Akibat dari Hoax yang di timbulkan tentunya akan berdampak pada keresahan ke masyarakat, apalagi di tahun Politik dan Kejadian alam yang menerpa sejumlah wilayah termasuk Kab. Mamasa Prov. Sulbar tentu harus disikapi dengan bijak, lebih dewasa dalam menghadapi semua keadaan yang ada khususnya dalam mencerna segala informasi yang diterima. Di era yang serba moderen ini dan komunikasi yang serba canggih, informasi tentu bisa kita santap begitu mudahnya. Namun hal yang perlu di perhatikan dan lakukan adalah harus mengolah terlebih dahulu setiap berita atau informasi yang datang untuk memastikan kebenarannya sebelum di share.

Menshere berita bohong dalam Islam adalah perkara dosa besar yang digolongkan dengan kategori fitnah, dimana dosa ini lebih kejam daripada membunuh. Sedangkan untuk berita yang benar juga termasuk dosa dalam Islam yaitu Ghiba artinya sama seperti kita memakan daging bangkai saudara kita sendiri, terus apa yang menjadi keuntungan kita bila menshera berita yang tidak bermanfaat?  Terkadang permasalahan itu, membengkak karena terus di teruskan dari HP ke HP ataupun dari mulut kemulut tanpa mengkonfirmasi kebenaran informasi yang diterima.

Untuk itu, selaku Kapolda Sulbar, Brigjen Pol Drs. Baharudin Djafar, M.Si mengajak seluruh masyarakat Sulbar untuk bijak dan bermediasosial dan berperan serta untuk memerangi berita-berita Hoax. “Ayo perangi berita hoax demi Sulawesi Barat yang Malaqbi dan tetap kondusif,” ajak Kapolda. Terkait era moderen ini, rata-rata yang berperang di dunia maya adalah para generasi milenia yang menjadi tunas muda harapan bangsa. Untuk itu peran generasi milenia dalam menjaga keamanan negeri ini tetap kondusif sangatlah di butuhkan dengan cara memerangi berita hoax.

Salah satu cara mewujudkan Pemilu 2019 yang aman dan damai serta tetap memberikan rasa tenang kepada masyarakat korban gempa salah satunya adalah dengan tidak menshere berita-berita tidak jelas (Hoax), jadi informasi yang diterima jangan langsung di telan begitu saja namun harus dicernah dahulu agar tidak menjadi bom waktu yang bisa memecah belah persatuan dan kesatuan di Sulawesi Barat,” tutur Kapolda. Kampanye dan perang terhadap berita Hoax memang harus di gencarkan, saat ini Kepolisian diseluruh jajaran juga telah aktif berkampanye tentang berita-berita bohong agar tidak terjadi kesalapahaman antara sesama dan daerah kita bisa tetap aman dan makmur Untuk itu, disarankan kepada seluruh masyarakat Sulbar sebelum meshere atau menyebarkan berita ada baiknya dibaca secara keseluruhan kemudian dipahami dan disimpulkan apakah informasi ini dari sumber terpercaya ataukah hanya dari oknum yang ingin memecah belah bangsa khususnya di Sulbar. Pesta demokrasi biarlah berjalan sebagai mana mestinya jangan hanya berbeda pilihan kita saling menghujat dan mengorbankan persaudaraan yang telah dibangun. Sementara saudara-saudara kita di Kab. Mamasa, jangan buat  kepanikan dengan menyebarkan berita-berita bohong, seharusnya yang kita lakukan adalah memberikan bantuan dan doa

 

Read 699 times Last modified on Rabu, 14 November 2018 14:12
(0 votes)