10 Jun 2021

Idris Harap Ada Sinergi Dukung Resilience Project Bussines Development Program

 

Sekprov Sulbar Muhammad Idris membuka acara Kick Off Meeting Response Toward Resilience Project Bussines Development Program, Rabu 9 Juni 2021.

Bertempat di Rumah Jabatan Sekprov Sulbar, kegiatan itu diselenggarakan oleh Yayasan Karampuang bekerjasama dengan UNDP (United Nations Development Programme) Indonesia, Pemkab Mamuju serta Pemkab Majene.

Melalui UNDP Indonesia, LSM Yayasan Karampuang mengajukan program untuk peningkatan dan perbaikan ekonomi masyarakat Sulbar, khususnya diprioritaskan bagi dua kabupaten terdampak yakni Mamuju dan Majene pada situasi pandemi dan bencana gempa bumi. 

Dalam sambutannya, Sekprov Sulbar Muhammad Idris menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan itu dan menyambut hangat adanya program tersebut, yang mana menurutnya sangat presisi untuk bisa membantu memberdayakan kelompok-kelompok usaha masyarakat yang ada di Sulbar.

"Tujuannya kita dalam Kick Off Meeting ini adalah memulai suatu program atau ikhtiar baru, yang basisnya untuk memulihkan perekonomian masyarakat kita yang terdampak dua bencana. Pemprov men-support itu karena seperti yang diketahui, sebelum bencana gempa yang lalu, Covid-19 itu sudah lebih dulu mematikan berbagai usaha masyarakat, sebagaimana data yang dirangkum oleh Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM. Dampak pandemi ini sangat luar biasa,"tutur Idris

Agar program itu dapat berhasil terlaksana, Idris berharap, ada sinergi dengan pemerintah untuk mendukung program tersebut khususnya di level desa yang sistem Bumdesnya jelas, sehingga pengelolaan dalam program bersama itu bisa mencapai target yang sesuai.

Melalui virtual, Perwakilan UNDP Indonesia, Saputra Liadi, juga selaku Ketua Program Management Resource menyampaikan, Kick Off Meeting itu merupakan lanjutan dukungan UNDP untuk kabupaten terdampak gempa yakni Kabupaten Mamuju dan Majene yang berkaitan dengan komponen life be good dari rencana pemulihan. 

"Kami harap adanya dukungan UNDP program itu dapat berjalan lancar dan dilaksanakan dengan koordinasi yang baik dengan pemerintah dan instansi terkait di dua kabupaten tersebut, termasuk koordinasi dengan BPBD setempat,"kata Saputra

Ia menambahkan, UNDP Indonesia bekerjasama dengan Yayasan Adra untuk pembangunan fasilitas isolasi covid-19 di Rumah Sakit Mitra Manakarra Mamuju. Selain itu juga berkerjasama dengan Yayasan Roa untuk kegiatan pembersihan puing dan pengelolaan puing di tiga desa yang ada di kabupaten Mamuju dan Majene.

Direktur Eksekutif Yayasan Karampuang, Ija Syahruni mengatakan, rangkaian tahapan-tahapan program tersebut idealnya berjalan selama tiga bulan, namun akan dimaksimalkan menjadi dua bulan sampai kegiatan selesai.

"Diawali dengan Kick Off Meeting, kemudian ada penandatanganan menyatakan komitmen untuk mendukung penuh kegiatan Kick Off Meeting sebagai salah satu upaya untuk membangkitkan kondisi perekonomian masyarakat di Sulbar,"jelas Ija Syahruni

Ija Syahruni mengungkapkan, dari sembilan desa yang sudah di survei oleh timnya untuk dilakukan assessment, terpilih enam desa. Sementara itu, untuk penerima manfaat langsung ada 50 orang perdesa, sehingga kurang lebih 300 orang yang akan mendapatkan bantuan langsung serta penerima bantuan modal usaha.

"Tapi bantuan itu bukan dalam bentuk tunai, melainkan dalam bentuk peralatan yang bisa menunjang usaha mereka ini, yaitu kurang lebih Rp.115 juta/kelompok untuk enam kelompok,"bebernya

Turut hadir dalam kegiatan itu, Asisten II Setda Mamuju Hasnawati Syam, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM Sulbar, Amir Maricar, Plh. Kepala BPBD Majene Ilhamsyah, serta di ikuti juga secara virtual oleh perwakilan dari UNDP Indonesia yaitu Octavianti Putri dan Andini Patricia. (Ayu)

 

 

 

 

 

 

Read 347 times
(0 votes)