12 Apr 2021

Idris : PERHAPI Diharapkan Jadi Lokomotif Baru Bagi Sulbar

Sekprov Sulbar Muhammad Idris menghadiri Pelantikan Pengurus Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (PERHAPI) Perwakilan Sulbar Periode 2021-2024 di Aula Hotel Yaki Mamuju, Minggu 11 April 2021.

Pengurus PERHAPI Perwakilan Sulbar dilantik oleh Sekjen DPP PERHAPI Resvani melalui virtual dari Jakarta.

Sekprov Sulbar Muhammad Idris berharap, kehadiran PERHAPI Perwakilan Sulbar dapat menjadi lokomotif baru bagi Sulbar, yang saat ini mencoba menyusun langkah-langkah lebih progresif untuk memajukan daerah ini dari sektor-sektor strategis, termasuk di dalamnya sektor pertambangan.

Idris menekankan, keberadaan PERHAPI di Sulbar harus dimaksimalkan. Pemaksimalan peran organisasi itu memang tidak mudah, namun yang terpenting dari hal tersebut adalah bagaimana membuat organisasi ini memainkan sejumlah peran, terutama mengenai konsolidasi program. 

"Konsolidasi program yang dimaksudkan ini adalah PERHAPI diharapkan menjadi organisasi yang bisa mengembangkan cara kerja yang sistematik, terstruktur dan berkontribusi terhadap pemerintah daerah,"terang Idris

Pada kesempatan itu, Idris menyampaikan ucapan selamat kepada para Pengurus  PERHAPI Perwakilan Sulbar yang baru dilantik.

"Kami percaya organisasi profesi ini adalah tempat berkumpulnya orang-orang selain yang memiliki pengetahuan yang dalam terkait keahlian itu, juga memiliki komitmen mengembangkan pada hal-hal berkaitan dengan keterlibatan para praktisi kita di daerah ini,"ucap Idris

Sekjen DPP PERHAPI Resvani menekankan, PERHAPI Perwakilan Sulbar harus  dapat selalu tampil dalam membantu pemerintah dan industri, untuk mengawal pembangunan industri pertambangan yang dapat membangkitkan pertumbuhan ekonomi daerah dan ikut serta mendukung pembangunan nasional.

"Sudah sangat tepat PERHAPI Perwakilan Sulbar ini kita bentuk dan hari ini Alhamdulillah sudah disahkan kepengurusannya"ucap Resvani

Resvani menuturkan, bagi Sulbar mungkin batu bara merupakan sumber energi yang belum sampai pada proses produksi yang dapat memenuhi keseluruhan kebutuhan energi listriknya, sehingga dalam hal itu tentunya harus mendatangkan dari provinsi lain di Indonesia, seperti Kalimantan dan Sumatera.

Agar Sulbar dapat memenuhi keseluruhan kebutuhan energi listriknya, Resvani menyatakan, sudah saatnya batu bara di provinsi ke-33 ini dapat dikembangkan dengan baik dan juga jangan lupa mulai mempersiapkan energi baru dan terbarukan, seperti tenaga air, tenaga surya dan lainnya. 

"Tentunya tergantung pada potensi di daerah masing-masing untuk dikembangkan dan dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi, demi mendukung pertumbuhan industri dan pembangunan daerah yang berkelanjutan. Pertambangan merupakan kegiatan ekstraksi sumber daya alam tidak terbarukan yang suatu saat akan berakhir, sehingga kita perlu mulai mempersiapkan berbagai sumber daya yang dapat terbarukan,"tambahnya (mhy)

Read 566 times
(0 votes)