Print this page
03 Nov 2021

Susun Rencana Induk SPBE, Pemprov Sulbar - UGM Tandatangani PKS

Dalam rangka implementasi pembangunan dan percepatan SPBE (Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik) Provinsi Sulawesi Barat, Pemprov Sulbar dalam hal ini, Dinas Komunikasi Informatika Persandian dan Statistik Prov Sulbar akan menyusun Rencana Induk SPBE pada tahun 2022. Untuk kegiatan penyusunan Rencana Induk ini, pihak Diskominfo Sulbar menggandeng Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. 

"Tahun ini kita baru melakukan penandatangan perjanjian kerjasama, Insya Allah tahun depan kita sudah bisa memiliki rencana induk SPBE. Dengan target pemanfaatan yakni panduan penerapan SPBE untuk efektifitas birokrasi melalui transformasi digital, pedoman dan titik awal desain integrasi sitem, sebagai bagian dari proses membangun big data serta menjadi arah untuk pembentukan Sulbar Smart Province" kata Safarudin, Kadis Diskominfopers Prov Sulbar usai penandatangan Perjanjian Kerjasama (PKS) Pemprov - UGM.

"Dengan penandatangan kerjasama ini kita berharap dokumen rencana induk dapat selesai tepat waktu, berkualitas, materinya sesuai dengan kebutuhan daerah, sinkron dengan kebijakan nasional saat ini dan nanti" sambungnya.

 

"Penandatangan PKS antara Pemprov Sulbar dan UGM berlangsung di ruang pertemuan Center for Digital Society (CfDS) Fisipol UGM, Rabu 3 November 2021. Hadir dalam acara penandatangan PKS, Dekan Fisipol UGM, Dr. Wawan Mas'udi, SIP, MPA, Direktur Tim  CfDS Fisipol UGM, Kadis Diskominfo Sulbar Safaruddin SDM, S.Sos, M.AP,Kabid Layanan E-Government Muh. Ridwan Djafar, Kasi Tata Kelola Muh Fahrurraziq dan Omar Qasas, Staf Bidang Layanan E-Government. 

"Seluruh pimpinan, baik Gubernur, Wakil Gubernur dan Sekretaris Daerah Prov Sulbar sangat mendukung percepatan transformasi digital. Rencana induk ini sangat urgen, sehingga jika penyusunan dokumen  telah selesai, kita berharap rencana induk ini dapat menjadi pedoman dan titik awal desain dan integrasi sistem sehingga transformasi digital atau pembangunan SPBE di Pemprov Sulbar dapat berjalan lebih maksimal" harap Safar. 

Bersama UGM, lanjut Safar, itu karena sejumlah pertimbangan, diantaranya karena UGM adalah salah satu mitra awal tim SPBE nasional dalam menyusun kebijakan dan mengevaluasi SPBE instansi pemerintah. Selain itu UGM adalah universitas yang memiliki komitmen kuat dalam pengembangan teknologi informasi, salah satu wujudnya adalah dengan mendorong program peningkatan kecerdasan digital anak anak muda indonesia serta melaksakan magang atau KKN tematik untuk pengembangan SPBE. 

"Kabid Layanan E-Government Diskominfopers Sulbar, Muh Ridwan Djafar menambahkan, rencana induk yang akan disusun terdiri atas arsitektur dan peta rencana SPBE Sulbar selama lima tahun. Memuat paling tidak visi, misi, tujuan, dan sasaran SPBE, arah kebijakan dan peta rencana strategis SPBE. Penyusunanannya mengacu pada Rencana induk Nasional yang terdapat pada lampiran Perpres 95 tahun 2018, RPJMD dan kesesuaian kebutuhan masing masing daerah. 

Sementara itu, merespon kerjasama ini, Dekan Fisipol UGM, Wawan Mas'udi menyampaikan, pihak UGM akan membantu semaksimal mungkin pencapaian target yang diharapkan Pemprov Sulbar dalam membangun SPBE. Dengan melibatkan tenaga tenaga terbaik yang dimiliki, berasal dari lintas Fakultas yang terkait dengan transformasi digital. Pihak UGM juga siap memfasilitasi keterhubungan dengan pihak berkompeten dalam kebijakan SPBE di tingkat nasional dari kementerian dan lembaga terkait.

"Rencana induk SPBE Sulbar akan menjadi arah kebijakan dan strategi pembangunan SPBE di dalam empat area yakni tata kelola, layanan, teknologi informasi dan komunikasi serta SDM SPBE. Yang mana, kebijakan, strategi dan implementasi pengembangan SPBE itu tidak hanya sekedar urusan hardware dan software, tapi lebih jauh dari itu adalah tentang bagaimana layanan administrasi pemerintahan dan layanan publik dapat semakin cepat, transparan dan akuntabel" ucap Wawan Mas'udi. (yudi)

 

 

Read 365 times Last modified on Rabu, 03 November 2021 08:12
(0 votes)