Bekasi - Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat turut berpartisipasi dalam Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Program Kesehatan Primer dan Komunitas yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kementerian Kesehatan RI pada 26–29 November 2025 di Harris Hotel Bekasi.
Rakornis ini mengusung tema “Penguatan Primary Health Care dan Labkesmas Menuju Indonesia Emas 2045” dan dihadiri oleh perwakilan program kesehatan primer dan komunitas dari seluruh Indonesia.
Kegiatan nasional ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat komitmen antara pemerintah pusat dan daerah dalam mengakselerasi implementasi Transformasi Kesehatan, khususnya pada Pilar Transformasi Layanan Primer. Perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat mengikuti berbagai sesi diskusi, lokakarya, serta sinkronisasi kebijakan yang berfokus pada peningkatan mutu dan tata kelola layanan kesehatan primer.
Partisipasi Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat dalam kegiatan nasional ini sekaligus sejalan dengan Visi Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera yang digagas oleh Gubernur Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Salim S. Mengga, terutama pada aspek pembangunan sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter.
Melalui proses diskusi yang intensif, rakornis merumuskan sejumlah rekomendasi strategis bagi daerah, antara lain penguatan perencanaan berbasis data, peningkatan mutu layanan melalui SPA, penguatan tata kelola layanan primer, serta perluasan layanan berbasis siklus hidup, kelompok rentan, dan promosi kesehatan. Seluruh rekomendasi ini diharapkan menjadi panduan dalam memperkuat layanan primer yang lebih terpadu, responsif, dan berkelanjutan.
Di tempat terpisah, Plt Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya rakornis ini dan menegaskan komitmen Sulawesi Barat untuk memperkuat layanan primer hingga ke tingkat desa.
“Rakornis ini memberikan arah yang jelas dan terukur bagi daerah dalam memperkuat sistem layanan primer. Sulawesi Barat berkomitmen untuk menerjemahkan seluruh rekomendasi ini ke dalam langkah nyata di lapangan, terutama dalam memastikan akses layanan kesehatan yang merata dan berkualitas bagi masyarakat,” ucapnya.
Ia menambahkan, penguatan layanan primer adalah fondasi dalam menurunkan masalah kesehatan prioritas, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, dan memastikan transformasi kesehatan berjalan efektif.
Dengan semakin kuatnya layanan kesehatan primer, Provinsi Sulawesi Barat diharapkan mampu mempercepat pencapaian indikator pembangunan kesehatan dan meningkatkan kualitas layanan hingga ke tingkat desa.
Naskah : Dinkes Sulbar
Editor : Tim Humas Pemprov Sulbar