Print this page
28 Apr 2019

Survei Internet Gratis Desa Marasa (Bag: 3)

Survei Internet Gratis Desa Marasa (Bag: 3)

*Desa Balla Satanetean, Bakadisura dan Batu Papan

 
Langit mulai gelap saat tim survei tiba di kota Mambi. Ada dua titik yang akan kami kunjungi di wilayah sekitar Mambi. Desa Sendana Kecamatan Mambi dan Desa Minanga Kecamatan Bambang. Tapi karena sudah menjelang malam, kami memutuskan untuk terus ke Kota Mamasa. Dan akan ke dua desa ini pada saat perjalanan pulang, sekembali dari Mamasa menuju Mamuju.
 
Kurang lebih 50 km ke Mamasa dari Mambi. Hanya sedikit agak lambat. Hanya sekitar 5 km meninggalkan mambi yang diaspal. Lebih dari 20 km masih jalan tanah dan berbatu kecil, belum di aspal/beton. Melalui jalan ini, apalagi saat malam hari, speed kendaraaan kami tak pernah lebih dari 30 km/jam. Setelah itu, jalan kembali mulus hingga Mamasa.
 
Tiba di Kota Mamasa sekitar pukul 08:00 WITA, kami langsung mencari warung makan. Mobil Innova kami berhenti di seputaran Taman BLH. Di depan sebuah warung yang bertuliskan: "Warung Mas Dani". Satu jam kami di sini, makan dan ngopi.Lalu kami mencari penginapan. Dari rekomendasi pemilik warung, kami memutuskan beristrahat di penginapan Al Ihsan. Sebuah penginapan yang berwarna dominan hijau, tak jauh dari pasar, 100 meter dari jembatan kuning. Jika dari warung tadi, kurang lebih 400 meter.
 
Kesekon harinya, sekira pukul 09:00 WITA, semua anggota tim survei sudah siap. Sebelum ke lapangan terlebih dahulu kami ke kantor bupati Mamasa. Mengantar surat yang ditujukan ke Bapak Bupati Mamasa perihal pemberitahuan pelaksanaan survei internet gratis desa marasa. 
 
Dari Kantor Bupati, kami menuju Kantor Dinas Kominfo Mamasa. Dengan maksud koordinasi dan  mendapatkan informasi awal terkait Desa Marasa. Seperti soal sarana listrik dan jaringan telkomsel.Termasuk 3 desa yang akan kami survei hari ini, Desa Bakadisura Kecamatan Tabang, Batu Papan Kecamatan Nosu dan Desa Balla Satanetean Kecamatan Balla.
 Kami diterima Kepala Bidang Teknologi Informasi dan Telematika  dan Kepala Bidang Informasi Publik. Menurut Kabid Teknologi Informasi, Paulus, untuk tiba ditiga desa yang akan kami kunjungi hari ini, desa Balla Satanetean tak ada  masalah. Yang lumayan  berat, Desa Batu Papan dan Bakadisura.
 
"Yang cukup mengkuatirkan, Tabang dan Nosu. Kalau kondisi sekarang musim hujan baiknya menggunakan mobil yang dobel handel. Tapi tak apa dicoba, kalau bisa tembus dan tak bisa kembali, kan bisa nginap di rumah pak kades," kata Paulus sambil tertawa kecil. "Begitu pula di Batu Papan, Nosu.  Tapi agak mendingan daripada Tabang," lanjut Paulus. 
 
Setalah cukup lama berbincang, dan teh yang disuguhkan sudah habis, kami mohon pamit. Tim tetap memutuskan untuk berangkat ke Tabang dan Nosu meski sudah ada warning dari pak kabid. 
 
Sudah jam 11 lewat, dengan dalih agak tanggung, kami memutuskan makan siang dulu. Dan lagi lagi pilihan kami di warung Mas Dani. Warung yang pemiliknya bernama Dani, berasal dari Banyuangi dan istrinya PNS Pemkab Mamasa, asal Aralle.
 
Sekitar 12:15 WITA kami berangkat menuju Tabang dan Nosu. Tak lupa kami singgah membeli jas hujan di Alfa Mart.Sebenarnya, perjalanan menuju Tabang, melewati simpang tiga jalan menuju Desa Balla Satanatean, tetapi kami memilih terus dan akan ke Desa Balla setelah dari Tabang dan Nosu.
 
Sekitar pertengahan perjalanan, tepatnya di Tamalantik, hujan turun cukup lebat. 2 jam perjalanan, kami tiba di Simpang poros Mamasa Polewali dan jalur Nosu Tabang di Kecamatan Mesawa. Sesampai di simpang tiga ini kami kembali bertanya. Beruntung kami sudah membeli jas hujan yang kami gunakan turun dari mobil. Bertanya ke warga di sebuah rumah kecil tempat berjualan. Mereka menyarankan untuk tak ke Tabang dan Nosu dengan dalih hujan dan mempertimbangkan mobil yang kami gunakan.
 
Kami mengikuti anjuran warga. Menunda ke Tabang dan Nosu. Lalu balik ke arah kota Mamasa. Kurang lebih 10 kilo sebelum kota Mamasa, kami belok kiri menuju desa Balla Satanetean. 
 
Jalan ke Balla Satenetean sudah berbeton. Lumayan mendaki dan panjang. Memandang kesebelah jalan kearah gunung, anggota tim survei terhentak kaget sebab puncak gunung disebelah sejajar dengan posisi kami. Dalam hati kecil saya berkata, Balla mungkin salah satu daerah yang tertinggi di Mamasa.
 
Kantor Desa Balla berjarak sekitar 7 km dari jalan poros. Terletak 150 meter di belakang Kantor Camat Balla. Diantarai sebuah lapangan sepak bola. Saat tiba di Kantor Kecamatan Balla, kami melihat keramaian, seperti ada acara. Kami juga melihat 5 orang berseragam polisi di belakang kantor. Rupanya, sedang ada acara rapat pleno perhitungan suara pemilu 2019.
 
Mobil yang kami pakai tak bisa sampai ke Kantor Desa. Mobil kami parkir di belakang kantor kecamatan. Lalu harus berjalan kaki sekitar 100 meter. Lagi lagi jas hujan yang kami beli tadi berfungsi. Dan setelah selesai mengambil titik koordinat dan dokumentasi kami kembali. 
 
Di belakang Kantor camat, kepada seseorang, kami bertanya alamat rumah pak desa. Ternyata rumah pak desa berada di Kota Mamasa. Begitu pula Sekertaris Desa. Sebelum kami kembali ke Mamasa, ia memberikan nomor handphone pak desa.
 
Sore, kami tiba di Mamasa. Langsung ke penginapan dan beristrahat. Rabu, 24 April besok, kami rencana kembali ke Mamuju. Tak lupa kami singgah di Desa Sendana Kecamatan Mambi dan Minanga, Bambang. Kami Pulang dengan membawa oleh oleh 3 baskon manggis pemberian Ibu Sekdes Sendana.
 
Demikian perjalanan tim II Survei Internet Gratis Desa Marasa. Belum seluruhnya Desa Marasa di Kabupaten Mamasa yang kami kunjungi. Masih ada 5 desa yang belum dan akan kami survei dilain waktu.
Terkait survei internet gratis, Dinas Kominfo Sulbar membentuk tiga tim. Tim II melaksanakan survei di Kabupaten Mamasa dan Majene. Tim I di Kabupaten Mamuju dan Polewali Mandar dan Tim III di Kabupaten Mateng dan Pasangkayu..... SALAM MARASA (*****)
   
   
Read 339 times
(1 Vote)