Print this page
17 Des 2020

Pemprov Sulbar Dukung Project Forest Programme Di Mamasa

 

Kominfo Sulbar-- Sekprov Sulbar Muhammad Idris, didampingi Kepala Dinas Kehutanan Sulbar, Hamzah, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), Muh. Jaun, Kepala Dinas PU Sulbar, Ahsan dan Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, Fakhruddin, melakukan pertemuan dengan TIM Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Kamis 17 Desember 2020.

Pertemuan yang berlangsung di ruang kerja Sekprov Sulbar tersebut, dalam rangka pengenalan Project Forest Programme IV oleh Tim KLHK dengan lokus wilayah Sub DAS Mamasa.

Dalam arahannya, Sekprov Sulbar Muhammad Idris mengatakan, Pemprov Sulbar mendukung adanya rencana Project Forest Programme IV di Mamasa, sebab menurutnya hal itu sangat luar biasa apalagi project tersebut koneksi dengan misi Gubernur Sulbar dalam membangun pengelolaan lingkungan hidup yang baik.

"Progres yang direncanakan untuk DAS Mamasa ini sangat luar biasa dan menurut saya ini suatu berkah bagi Sulbar. Tentu saja kami sangat berbahagia, sebab salah satu bagian terpenting dari project itu adalah koneksi dengan misi pak gubernur,"ucap Idris

Selain itu, juga berkaitan dengan upaya Pemprov Sulbar dalam menjadikan Taman Nasional Gunung Gandang Dewata di Mamasa betul-betul bisa menjadi ikon Sulbar.

Idris menyarankan, dalam pelaksanaan project tersebut terdapat sejumlah hal penting yang perlu dilakukan, diantaranya memiliki rundown kegiatan yang di dalamnnya terdapat suatu tahapan-tahapan mereview sebagai tali kendali terhadap program berjalan, terutama jika terdapat permasalahan di lapangan.

Kemudian, perlu juga melibatkan unsur forkopimda agar project itu bisa berjalan lebih efektif. Selanjutnya menjadikan project tersebut bisa menjadi bagian dari program pengembangan masyarakat.

Idris pun berharap, semoga Project Forest Programme IV yang lokus wilayahnya di Sub DAS Mamasa itu bisa segera berjalan.

Tim KLHK, Nur Aziz dalam paparannya menyampaikan, Project Forest Programme IV merupakan kerjasama pendanaan (Financing Cooperation) antara Pemerintah Repubik Indonesia dengan Pemerintah Jerman di Bidang Lingkungan Hidup dan Kehutanan dengan lokus wilayah Sub DAS Mamasa di Kabupaten Mamasa.

Adapun tujuannya, kata Aziz, yakni untuk meningkatkan pengelolaan DAS Mamasa, meningkatkan efektifitas pengelolaan hutan khususnya di KPH, serta mensupport pembangunan dan pengelolaan Taman Nasional Gunung Gandang Dewata. (mhy)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Read 711 times
(0 votes)