Mamuju — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) kembali melakukan edukasi berkelanjutan melalui berbagai kanal media sosial resmi. Kali ini, materi edukasi yang disampaikan berfokus pada peningkatan pemahaman masyarakat terkait ancaman tsunami, langkah antisipasi, serta tindakan penyelamatan diri yang benar.
Plt. Kalaksa BPBD Sulbar, Muhammad Yasir Fattah, mengatakan bahwa edukasi ini merupakan bagian dari upaya rutin BPBD dalam membangun budaya sadar bencana di wilayah Sulbar yang memiliki potensi gempa bumi dan tsunami.
“Kami ingin memastikan bahwa informasi kebencanaan dapat diterima masyarakat dengan cepat, benar, dan mudah dipahami. Melalui media sosial, kami bisa menjangkau lebih banyak warga, terutama generasi muda. Edukasi tentang tsunami sangat penting agar masyarakat mengetahui apa yang harus dilakukan sebelum, saat, dan setelah kejadian,” kata Yasir Fattah, Sabtu 29 November 2025.
Ia juga menegaskan, intensifikasi edukasi ini merupakan tindak lanjut dari arahan Gubernur Sulbar Suhardi Duka, yang meminta BPBD untuk terus memperkuat mitigasi dan kesiapsiagaan masyarakat melalui berbagai saluran komunikasi.
“Instruksi Bapak Gubernur sangat jelas: edukasi harus digencarkan dan tidak boleh berhenti. Masyarakat Sulbar harus semakin siap menghadapi potensi bencana. Kami menjalankan instruksi ini dengan meningkatkan frekuensi konten edukatif dan memperbaharui materi sesuai kebutuhan,” tambahnya.
Konten edukasi yang disebarkan BPBD Sulbar melalui media sosial mencakup informasi mengenai cara mengenali tanda-tanda tsunami, pentingnya rute evakuasi, lokasi titik kumpul aman, hingga langkah penyelamatan diri saat terjadi gempa sebagai pemicu umum tsunami.
BPBD Sulbar mengajak seluruh masyarakat untuk aktif mengikuti akun resmi BPBD Sulbar serta terus menyebarkan informasi edukasi kebencanaan kepada keluarga dan lingkungan sekitar.
Naskah : BPBD Sulbar
Editor : Tim Humas Pemprov Sulbar
