Mamuju - Dalam upaya terus-menerus meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan dan SDM Kesehatan yang unggul dan berkarakter sesuai Misi Ketiga Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar), Suhardi Duka-Salim S. Mengga (SDK-JSM), Sub Bidang Pengawasan dan Pengendalian Mutu Keperawatan bersama Perawat Unit Perawatan Anak (Malaqbi 3) RSUD Sulbar menyelenggarakan Ronde Keperawatan.
Kegiatan yang berlangsung pada Kamis, 27 November 2025 ini secara khusus membahas tatalaksana kasus Bronchopneumonia Berulang pada Anak.
Ronde Keperawatan merupakan forum diskusi ilmiah yang sistematis, bertujuan untuk mengevaluasi dan menyempurnakan asuhan keperawatan yang diberikan kepada pasien. Pada kesempatan ini, kasus yang diangkat adalah seorang pasien anak dengan riwayat Bronchopneumonia yang berulang kali dirawat dengan keluhan serupa.
Tahap 1: Pra Ronde – Persiapan Mendalam
Sebelum ronde dimulai, tim keperawatan yang dipimpin oleh Muhammad Ichsan, Penanggung Jawab Ruangan Malaqbi 3 melakukan persiapan intensif yang meliputi:
1. Review Data Pasien secara Komprehensif: Tim menganalisis riwayat kesehatan, hasil pemeriksaan fisik, data laboratorium, dan catatan perkembangan pasien dari seluruh episode perawatan sebelumnya.
2. Penyiapan Alat dan Informasi: Semua alat penunjang dan dokumentasi keperawatan disiapkan untuk memastikan diskusi berjalan berbasis bukti (evidence-based).
Tahap 2: Pelaksanaan Ronde – Diskusi Intervensi yang Holistik
Pada tahap inti ini, diskusi difokuskan pada evaluasi diagnosa dan intervensi keperawatan yang telah diberikan. Beberapa poin kritis yang mengemuka adalah:
1. Optimalisasi Manajemen Jalan Napas:
Teridentifikasi bahwa meskipun pasien telah mendapatkan terapi nebulizer (Nebu), keluhan batuk masih dominan. Oleh karena itu, tim merekomendasikan penambahan intervensi fisioterapi dada untuk membantu mobilisasi sekret, memperbaiki ventilasi, dan mempermudah pengeluaran dahak.
2. Penambahan Diagnosa Keperawatan:
Melihat pola frekuensi berobat yang berulang, tim menyadari adanya dimensi masalah yang lebih dalam. Disepakati untuk menambahkan diagnosa keperawatan baru yang mencerminkan risiko atau masalah aktual terkait dengan manajemen kesehatan di rumah. Hal ini penting untuk menjangkau akar permasalahan, tidak hanya menangani gejala saat rawat inap saja.
Tahap 3: Pasca Ronde – Penarikan Kesimpulan dan Re-orientasi
Setelah melalui diskusi yang mendalam, tim menarik kesimpulan utama:
1. Terdapat Ketidakefektifan dalam Manajemen Kesehatan pasien di lingkungan rumah, yang diduga menjadi faktor kontribusi utama terhadap kekambuhan.
2. Pentingnya Edukasi yang Komprehensif dan Berkelanjutan kepada keluarga mengenai pencegahan kekambuhan, mengenali gejala dini, dan perawatan di rumah.
Sebagai tindak lanjut, dilakukan penjelasan ulang kepada seluruh tim mengenai tata cara penetapan diagnosis keperawatan yang tepat dan penyusunan intervensi keperawatan yang komprehensif dengan mengacu pada Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI) dan Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI). Hal ini untuk memastikan keseragaman dan akurasi dalam pendokumentasian serta pelaksanaan asuhan.
Rencana Tindak Lanjut (RTL): Komitmen untuk Peningkatan Berkelanjutan
Sebagai bentuk komitmen untuk pengembangan kapasitas tim, ditetapkan Rencana Tindak Lanjut (RTL) sebagai berikut:
“Perawat Malaqbi 3 akan meningkatkan dan mengembangkan kapasitas serta pengetahuan mengenai penanganan komprehensif Bronchopneumonia pada pasien anak yang berulang, melalui studi literatur terkini.” ujar Ichsan.
"Diharapkan dengan RTL ini, perawat di ruangan Malaqbi 3 dapat menjadi center of excellence dalam menangani kasus serupa, sehingga angka kekambuhan dapat ditekan dan kualitas hidup pasien serta keluarga dapat meningkat," pesan dari Direktur RSUD Sulbar dr. Musadri Amir Abdullah, yang disampaikan oleh Sunarti, selaku Penanggung Jawab Program Pengembangan Kompetensi Tenaga Keperawatan.
Kegiatan Ronde Keperawatan ini meneguhkan komitmen RSUD Sulbar untuk memberikan asuhan keperawatan yang holistik, berbasis bukti, dan berfokus pada kesembuhan pasien secara berkelanjutan.
Naskah : RSUD Sulbar
Editor : Tim Humas Pemprov Sulbar