Mamuju — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Barat menegaskan komitmennya dalam memperkuat edukasi kebencanaan kepada masyarakat. Salah satu fokus utama tahun ini adalah memperluas kampanye “Siap Untuk Selamat”, yang menekankan pentingnya kesiapsiagaan individu dan keluarga dalam menghadapi potensi bencana.
Kampanye ini mengajak masyarakat untuk:
1. Mengenali risiko di sekitar tempat tinggal—mulai dari potensi gempa bumi, longsor, banjir, hingga ancaman cuaca ekstrem.
2. Menyiapkan tas siaga berisi kebutuhan mendesak seperti obat-obatan, dokumen penting, senter, air minum, makanan siap konsumsi, dan perlengkapan darurat lainnya.
3. Mempelajari jalur evakuasi serta memahami titik kumpul terdekat di lingkungan masing-masing.
4. Mengikuti pelatihan dan simulasi bersama BPBD maupun komunitas masyarakat untuk memperkuat kemampuan tanggap darurat.
Plt. Kepala Pelaksana BPBD Sulawesi Barat, Muhammad Yasir Fattah, menyampaikan bahwa edukasi menjadi pondasi utama dalam mengurangi risiko bencana.
“Kesiapsiagaan tidak bisa hanya mengandalkan instansi pemerintah. Masyarakat harus menjadi subjek utama. Melalui kampanye ‘Siap Untuk Selamat’, kami ingin memastikan setiap keluarga di Sulawesi Barat mengetahui langkah dasar penyelamatan diri saat situasi darurat,” kata Yasir Fattah, Jumat 28 November 2025 .
Yasir Fattah menegaskan, program edukasi ini merupakan tindak lanjut dan selaras dengan arahan Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, yang meminta seluruh jajaran pemerintah daerah meningkatkan kapasitas mitigasi dan respons bencana.
“Arahan Gubernur, BPBD harus hadir, mengedukasi, dan mendampingi masyarakat. Karena pengurangan risiko bencana tidak hanya dilakukan setelah bencana terjadi, tetapi harus dimulai dari kesiapsiagaan,” tambahnya.
BPBD Sulawesi Barat juga mengajak sekolah, komunitas, organisasi kepemudaan, dan pemerintah desa untuk terlibat aktif dalam kegiatan sosialisasi serta simulasi kebencanaan yang akan digelar secara berkala di berbagai wilayah.
Dengan meningkatnya partisipasi masyarakat dan dukungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat, BPBD optimis bahwa upaya ini akan membentuk budaya sadar bencana yang lebih kuat demi mengurangi korban dan kerugian apabila bencana terjadi.
Naskah : BPBD Sulbar
Editor : Tim Humas Pemprov Sulbar