Mamuju – Plt. Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Sulawesi Barat, Sunusi Usman, hadir sebagai narasumber pada Rapat Peningkatan Juru Bicara Digital yang digelar DPD Partai Demokrat Sulawesi Barat, Jumat (28/11/2025), di salah satu hotel di Mamuju.
Kegiatan tersebut diikuti pengurus dan kader Partai Demokrat tingkat provinsi, dan berlangsung dalam suasana interaktif.
Dalam pemaparannya, Sunusi membahas perkembangan Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) beserta indikator-indikator yang mengukurnya. Ia menjelaskan bahwa IDI melihat aspek kebebasan, kesetaraan, hingga kapasitas lembaga demokrasi. Menurutnya, partai politik memiliki peran penting dalam sejumlah indikator, terutama terkait pendidikan politik bagi kader.
Sunusi menegaskan bahwa pemerintah tetap berkomitmen memperkuat kelembagaan partai politik. Hal itu diwujudkan melalui pemberian bantuan keuangan bagi partai yang memperoleh kursi di DPRD Provinsi Sulawesi Barat. Ia mengingatkan bahwa penggunaan anggaran tersebut wajib mengikuti aturan, termasuk proporsi alokasi 60 persen untuk pendidikan politik dan kaderisasi serta 40 persen untuk operasional sekretariat.
Lebih jauh, Sunusi menyampaikan bahwa partai politik merupakan pilar penting dalam membangun kultur demokrasi daerah. Pendidikan politik yang terstruktur, transparan, dan berkelanjutan dinilainya sangat diperlukan untuk meningkatkan kualitas demokrasi dan memperkuat partisipasi masyarakat. Ia juga menyinggung berbagai tantangan yang masih dihadapi Sulawesi Barat, seperti rendahnya literasi politik dan partisipasi masyarakat, namun di sisi lain terdapat peluang melalui dominasi pemilih muda dan perkembangan digitalisasi.
"Pendidikan politik dan kaderisasi harus dikelola dengan metodologi yang jelas dan akuntabel. Pola ini sangat penting untuk mendorong peningkatan Indeks Demokrasi Sulawesi Barat ke depan,” ujarnya.
Sunusi juga menekankan perlunya sinkronisasi program partai politik dengan arah pembangunan daerah, terutama mendukung pelaksanaan panca daya yang menjadi prioritas Gubernur Suhardi Duka dan Wakil Gubernur Sulbar Salim S. Mengga. Menurutnya upaya membangun SDM unggul dan berkarakter demokratis harus dimulai dari pendidikan politik yang konsisten dan terarah di tingkat partai.
Kegiatan tersebut ditutup dengan sesi tanya jawab tentang implementasi pendidikan politik, pengelolaan anggaran bantuan partai, serta strategi meningkatkan kualitas demokrasi melalui ruang digital. (Rls)