16 Nov 2018

PULAU KARAMPUANG MENJADI DESTINASI WISATA BAHARI (Tim RLA Provinsi Sulawesi Barat)

 

PULAU KARAMPUANG MENJADI DESTINASI WISATA BAHARI

Tim RLA Provinsi Sulawesi Barat

 

 

Reform Leader Academy (RLA) adalah sebuah pemimpin perubahan pelatihan yang diinisiasi oleh Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia.  Pada Tahun 2018 ini, pelaksanaan RLA angkatan XV dengan tema nasional Kemaritiman dilaksankan di PKP2A LAN II Makassar dengan peserta sebanyak 25 orang masing-masing dari Provinsi Maluku Utara, Provinsi Maluku, Provinsi Gorontalo, Provinsi Sulawesi Barat, Provinsi Sulawesi Tenggara, Kepolisian RI dan Kementerian Kelautan dan Perikanan.  Dalam pelatihan ini Provinsi Sulawesi Barat diwakili oleh 10 peserta yang berasal dari 10 OPD lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat masing-masing Nicolas Torano, SH, MSc dari Dinas Perhubungan, Dra. Hj. Farida, MAP dari Dinas Pariwisata, Tadjuddin Hasan Sulur, SE, MSi dari Dinas Penanaman Modal dan PTSP, DR. H. Bachtiar, MPd dari Inspktorat, DR. Andi Muhammad Yasin, MSi dari Dinas Kominfo, Ir. Hj. Mardianah M., MAP dari Dinas Kelautan dan Perikanan, Sjaifuddin, SPd, MAP dari Dinas Pemuda dan Olah Raga, Drs. Amram, MSi dari Dinas Lingkungan Hidup,  Zaehu M., SE, MSi dari Dinas Transmigrasi dan Suharnani Kahir, Shut, MP dari Dinas Kehutanan.

Mengingat cakupan tema nasional yang diusung masih sangat luas cakupannya selama kegiatan on campus maka peserta kemudian melakukan kajian mendalam, diskusi dengan para praktisi dan pakar seperti Sekretaris Utama Kementerian Koordinasi Kemaritiman, Prof. Jamaluddin Jompa dari Unhas, Wakil Walikota Makassar, Wakil Bupati Bulukumba, Kepala Dinas Perikanan Provinsi Jawa Timur, breaking through ke Pulau Bali dan Thailand.  Peserta pelatihan kemudian merumuskan tema nasional RLA Angkatan XV Tahun 2018 yaitu Pengembangan Pariwisata Bahari Indonesia Berkelanjutan 2025.  Berdasarkan rumusan tema nasional kemudian dijabarkan pada tingkat rencana aksi reformasi birokrasi instansional Provinsi Sulawesi Barat yaitu “Pengembangan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Sebagai Destinasi Wisata Bahari di Provinsi Sulawesi Barat”.

Setelah masa on campus pertama yang berlangsung sejak tanggal 25 Juli sampai dengan 27 Agustus 2018 di Kampus PKP2A II LAN Makassar, pelatihan kemudian dilanjutkan dengan kegiatan off campus, dimana peserta pelatihan dikembalikan ke instansi masing-masing untuk melaksanakan Rencana Aksi Reformasi Birokrasi Instansional.  Kegiatan off campus yang berlangsung selama 3 bulan, peserta RLA Sulbar melaksanakan kegiatan rencana aksi berupa Pembentukan Kelompok Kerja Percepatan Pengembangan Pesisir dan Pulau-pulau Kecil sebagai Destinasi Wisata, Pencanangan salah satu pulau sebagai destinasi wisata bahari, Pananaman mangrove, Kampanye dan edukasi pelestarian hutan mangrove, Bimbingan teknis dan pendampingan sadar wisata, Tranplantasi terumbu karang, dan Melakukan promosi potensi wisata bahari pulau.

Berdasarkan pertimbangan potensi yang dimiliki dan ketersediaan waktu, kemudian disepakati untuk memilih Pulau Karampuang untuk menjadi prototipe pengembangan pariwisata bahari dan pulau-pulau kecil yang berkelanjutan di Provinsi Sulawesi Barat.  Untuk mewujudkan percepatan Pulau Karampuang menjadi destinasi wisata bahari, selama masa off campus peserta RLA Sulawesi Barat telah melakukan berbagai aktivitas seperti penyuluhan sadar wisata, aksi bersih-bersih pantai, transplantasi terumbu karang, lomba photography bawah air di perairan Pulau Karampuang.

Sekilas tentang Pulau Karampuang

Pulau Karampuang terletak di depan Kota Mamuju, Ibukota Provinsi Sulawesi Barat sekaligus Ibukota Kabupaten Mamuju.  Pulau ini mempunyai penduduk sebanyak 2.937 jiwa dengan luas lebih kurang 6 KM2.  Pulau ini dapat dijangkau dengan moda transportasi perahu motor yang secara tradisional dioperasikan oleh penduduk Pulau Karampuang.  Perjalanan dari kota Mamuju ditempuh selama lebih kurang 20 menit dimulai dari Pelabuhan Perikanan Kasiwa.  Terdapat beberapa titik pendaratan di Pulau Karampuang dengan fasilitas dermaga kayu yang telah dibangun oleh Pemerintah Kabupaten Mamuju yaitu Pantai Pasir Putih, Sumur Jodoh, Baja I dan Baja II.

Karampuang berasal dari Bahasa Mamuju yang artinya rembulan atau bulan purnama.  Konon kabarnya nama asli dari pulau ini adalah Liutang, namun kemudian seorang biduan melalui lagu tradisional yang berjudul Karampuang, yang melukiskan keindahan pulau ini jikalau dipandang dari Kota Mamuju ibarat memandang bulan saat bulan purnama.  Akhirnya kemudian nama ini melekat menjadi  nama Pulau Karampuang.

Objek wisata yang menjadi andalan di pulau ini adalah keindahan bawah laut yang dapat dinikmati sejak perjalanan dari Kota Mamuju.  Dengan angin sepoi-sepoi dan diiringi deru mesin perahu kita dapat menikmati keindahan bawah air karena perairan disekitar pulau ini sangat jernih.  Berbagai jenis terumbu karang yang masih terjaga kelestariannya menjadi daya tarik yang sangat indah.  Selain terumbu karang berbagai jenis ikan hias yang unik dan berwarna warni dapat dilihat dari atas perahu atau dermaga.  Jikalau ingin mengamati dengan lebih dekat, dapat dilakukan dengan kegiatan divinf atau snorkeling.

Selama kegiatan off campus, peserta RLA bersama dengan Bank Indonesia Perwakilan Sulawesi Barat melakukan kegiatan Underwater Photography Competitions yang diikuti oleh lebih kurang 50 penyelam dari berbagai daerah.  Kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk makin memperkenalkan potensi bawah laut Pulau Karampuang.  Selain kegiatan tersebut, Peserta RLA juga melakukan kegitan transplantasi terumbu karang di sekitar perairan Pulau Karampuang.  Kegiatan ini dimaksudkan untuk memberi pendidikan kepada penduduk di Pulau ini untuk memelihara kelestarian perairan Pulau Karampuang sehingga dapat menjadi destinasi wisata bahari yang berkelanjutan.

Selain keindahan bawah air, Pulau Karampuang juga memiliki potensi wisata lain di daratan seperti Sumur Tiga Rasa yang unik karena meskipun terletak di tepi pantai namun sumur ini memiliki tiga rasa yang berbeda yaitu asin, tawar dan payau.  Sumur ini juga dikenal sebagai Sumur Jodoh karena menurut kepercayaan masyarakat setempat, bila seseorang mandi atau minum air sumur ini, kelak akan dimudahkan dalam mencari jodoh.  Bagi penggemar wisata petualangan, di pulau ini juga terdapat objek wisata gua alami yang dikenal sebagai Gua Lidah.

Pemerintah Kabupaten Mamuju selain sudah mambangun fasilitas tambat perahu, saat ini juga telah disediakan sarana hiburan dan olah raga berupa jet ski, peralatan diving dan snorkeling yang setiap saat dapat disewa oleh pengunjung.

Rekomendasi Perubahan

Dari hasil kegiatan aksi instansional, peserta RLA Angkatan XV Tahun 2018 merekomendasikan beberapa hal dalam mengembangkan Pulau Karampuang menjadi destinasi wisata bahari Pulau Kecil yang berkelanjutan sebagai berkiut:

1.     Peningkatan aksesibilitas Pulau Karampuang yang lancar, aman, nyaman, dan berkeselamatan serta memenuhi standar keselamatan internasional;

2.     Pemberdayaan penduduk Pulau Karampuang dalam pengelolaan objek wisata melalui standarisasi home stay dan peningkatan sadar wisata;

3.     Pembangunan fasilitas umum seperti jalan lingkungan, drainase, dan sistem persampahan di Pulau Karampuang;

4.     Penyusunan rencana induk pengembangan Pulau Karampuang menjadi destinasi wisata bahari yang berkelanjutan.

 

 

Read 231 times
(0 votes)