14 Okt 2021

Sulbar Rentan Terhadap Resiko Kebencanaan

 

Sekprov Sulbar Muhammad Idris membuka secara resmi Workshop Diseminasi Pengkajian Kebutuhan Pascabencana (Jitupasna) dan penyusunan Rencana Rehabilitasi Rekonstruksi Pascabencana ( R3P) gempa bumi Sulbar, Rabu 13 Oktober 2021. 

Berlangsung di Aula Hotel Yaki Mamuju, Workshop diselenggarakan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulbar.

Dalam sambutannya, Sekprov Sulbar Muhammad Idris mengatakan, fakta-fakta baru menunjukkan bahwa Sulbar menjadi provinsi rentan terhadap resiko kebencanaan, dengan angka indeks resiko bencana Indonesia yang tertinggi dari 34 provinsi yaitu 166,49 persen.

"Sulbar menduduki poin tertinggi, artinya yang paling rentan terhadap resiko dan literasi soal kebencanaan kita juga yang sangat rendah,"tutur Idris

Idris menjelaskan, ada tiga (3) hal yang harus menjadi kesadaran bersama tentang persentase angka indeks tersebut, yakni pertama hazard dari alam, kedua melihat dari kejadian kebencanaan yang selalu berulang seperti gempa bumi, banjir bandang, longsor dan lain sebagainya, serta ketiga kapasitas masyarakat.

"Menjelaskan kapasitas tersebut cakupannya juga terbilang luas, karena berbicara soal siapa yang ikut berperan didalamnya untuk menangani kebencanaan dengan baik, seperti kapasitas aparaturnya, kapasitas masyarakatnya dan kapasitas usaha-usahanya,"terang Idris

Karena Sulbar daerah rawan bencana, lanjut Idris, mungkin kedepannya kita akan memastikan perusahaan yang ingin bermitra dan mengembangkan investasinya di Sulbar harus menyediakan unit-unit khusus, yang menghandle secara khusus sadar kebencanaannya. 

"Makanya, ini juga yang saya ingin titipkan kepada perusahaan-perusahaa sawit untuk kedepannya jangan hanya enjoy mengambil minyak dari sini, tetapi ada concern yang harus mereka kembangkan bahwa mereka itu adalah para pemodel yang melakukan bisnis, yang juga peduli dengan posisi Sulbar sebagai daerah yang sangat beresiko tinggi terhadap kebencanaan,"tandasnya

Mengenai literasi dan penanganan bencana, melalui forum itu, Idris menekankan, harus banyak belajar dari luar negeri seperti Jepang. Untuk itu, Ia berharap kepada peserta Workshop untuk mengikuti materi dengan serius.

"Saya percaya bahwa kalau kita bicara mengenai Jitupasna khususnya untuk mendorong kesempurnaan R3P kita itu, Insya Allah kita akan mendapatkan manfaat yang baik di forum yang membanggakan ini dan saya yakin kehadiran anda di sini tidak akan sia-sia, karena kita selalu berbicara mengenai perspektif kedepan yang belum pernah kita alami, secara sistematik menjadi dialami,"tutupnya (Ayu)

 

 

Read 167 times
(1 Vote)