18 Mei 2021

Gubernur Sulbar Ikuti Pengarahan Presiden RI

 

Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar bersama unsur Forkopimda mengikuti secara virtual pengarahan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dalam rapat koordinasi (rakor) kepala daerah se-Indonesia, di rumah jabatan Gubernur Sulbar, Senin 17 Mei 2021.

Dalam arahannya melalui rakor tersebut, Presiden RI Joko Widodo berharap kasus aktif Covid-19 tidak sebesar tahun lalu. Selain itu juga berharap pada pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal kedua tahun 2021 nanti bisa mencapai target sebesar 7 persen.

"Kasus aktif ada 176.000 turun menjadi 90.800, angka penurunannya ini yang harus kita tekan agar semakin turun. Ini harus ada konsistensi karena kasus Covid tidak akan mungkin selesai dalam kurun waktu 1-2 bulan,"tandas Jokowi

Dilihat dari Info grafis, Jokowi berpesan kepada 15 provinsi untuk berhati-hati yang mengalami kenaikan kasus, seperti Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Jambi, Kepri, DKI Jakarta, Maluku, Banten, NTB, Maluku Utara, Kalteng, Sulteng, Sulsel dan Gorontalo.

"Perkembangan kasus mingguan sebagian besar ada di Sumatera, Jawa, Kalimantan dan Sulawesi, yang ditandai dengan warna merah dan hijau. Yang turunnya drastis hanya di Bengkulu sehingga kita beri tanda hijau bukan zona hijau,"jelas Jokowi

Untuk rasio keterisian tempat tidur rumah sakit Indonesia, Jokowi menarget harus berada di bawah 50 persen, karena untuk saat ini dilihat dari angka nasional kondisi Indonesia berada pada posisi yang baik yakni di Angka 29 persen.

Melihat Indeks angka mobilitas masyarakat pengunjung tempat wisata naik menjadi 38 persen sampai 100,8 persen, Presiden RI meminta kepada daerah yang masih masuk Zona Merah dan Orange agar wisatanya ditutup untuk sementara dan untuk Zona hijau serta kuning diperbolehkan untuk buka.

"Tetapi Satgas Penanganan tetap harus memantau untuk pelaksanaan himbauan pemberlakuan protokol kesehatan secara ketat, tetap terlaksana dengan baik dan tidak lepas manajemen,"tegasnya

Mantan Walikota Solo tersebut juga menyampaikan sedikit penjelasan terkait pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal pertama tahun 2020. Ia mengatakan dalam hal itu masih tumbuh positif diangka 2,97 persen hingga di awal Maret 2020 adanya Covid, berlanjut ke kuartal kedua turun menjadi -5,32 persen hingga masuk ke kuartal ketiga yang mengalami pertumbuhan lebih baik diangka -3,49 dan di kuartal keempat Indonesia masih diangka -2,19. Lanjut pada tahun 2021 kuartal pertama Indonesia sudah mengalami perbaikan yang signifikan, tetapi masih berada pada angka -0,74 persen.

Ia menambahkan, pada kuartal pertama tahun 2021 pertumbuhan ekonomi yang positif terdapat di delapan provinsi, yakni Riau 0,41 persen, Sulteng 6,26 persen, Yogya 6,14 persen, Sultra 0,06 persen, NTT 0,12 persen, Papua Barat 1,47 persen, Bangka Belitung 0,97 persen dan Maluku Utara 13,45 persen.

"Target kita ekonomi nasional didapat dari agregat atau kumpulan pertumbuhan ekonomi yang ada di provinsi dan kabupaten/kota. Jadi gubernur, bupati dan walikota memiliki tanggungjawab yang sama dalam berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional kita. Semua provinsi kita harapkan dapat berjalan positif di kuartal kedua, tetapi urusan Covid harus tetap ditekan jangan hanya melihat sisi ekonomi, tidak melihat sisi kesehatan. Dua-duanya harus dijalankan beriringan," tutupnya (Ayu)

 

 

 

Read 294 times
(0 votes)