30 Sep 2019

Branding "Marasa" untuk Produk Asli Sulbar

Selama ini produk produk daerah di Sulbar sudah diperdagangkan ke luar Sulbar bahkan beberapa komoditi sudah di ekspor. Hanya saja produk yang sudah di ekspor ini kadang  terlebih dahulu melalui pengusaha atau pedagang yang berasal dari luar daerah. Dengan proses seperti ini, produk asli Sulbar akhirnya tidak dikenal orang sebagai produk daerah Sulbar. 

Menyikapi hal ini Kepala Dinas  Dagperinkop Sulbar, Amir Maricar usai acara diskusi  Forum Koordinasi dan Sinkronisasi Peran Daerah di Bidang Perdagangan Luar Negeri di Hotel Grand Maleo, Rabu, 25 September 2019 mengatakan, terkait adanya beberapa persoalan perdagangan luar negeri yang merugikan Sulbar akan dilakukan  pembenahan. Termasuk soal branding. 

“ Inilah yang akan kita benahi, segala bentuk hasil produk yang akan di eskpor nantinya akan kita branding dengan kata Marasa. Jadi kita tidak lagi kecolongan seperti yang selama ini terjadi. Produk kita tetap akan dikenal orang bahwa berasal dari Sulbar.  Tidak lagi di cap daerah atau pihak lain." terangnya.

Beberapa produk yang diprioritaskan lanjut Amir Maricar antara lain kopi, pisang, sawit dan kakao. Branding produk ini dengan kata "marasa", sudah dapat dilakukan dengan telah ditetapkannya Diskoperindag sebagai penerbit Surat Keterangan Asal (SKA) melalui Surat Keputusan menteri perdagangan nomor 896 Tahun 2019 tentang Penetapan Dinas Dagperinkop UKM Sulawesi Barat sebagai Instansi Penerbit Surat Keterangan Asal (IPSKA).

"Dengan ditunjuknya kita sebagai penerbit SKA maka Branding Sulawesi Barat di Negara Tujuan Ekspor tetap ada yang mana selama ini tidak nampak karena SKA nya diterbitkan di provinsi tetangga" ungkap Amir Maricar.

Selain SK, hal lainnya yang akan dilakukan adalah terkait payung hukum setingkat peraturan daerah. Diskoperindag Sulbar telah menganggarkan rencana kegiatan penyusunan perda tahun depan. 

“ Yang juga kita harapkan dari pemberian branding ini adalah dapat menjadi salah satu sumber pendapatan, yang pada akhirnya akan mendongkrak PAD kita" sebut Amir .

Persoalan yang bisa timbul terkait perdagangan luar negeri di masa masa mendatang memang harus dapat diantisipasi. Sehingga ketika arus perdagangan semakin meningkat, Sulbar sudah siap atau mampu menghadapinya. Selain branding, hal lain yang juga perlu dibenahi antara lain terkait sistem,  sarana transportasi, regulasi, pengawasan dan persoalan persoalan lainnya.

Amir Maricar  mengungkapkan,  branding produk Sulbar dengan kata marasa juga terkait dengan adanya rencana atau keinginan pimpinan dalam hal ini bapak gubernur untuk membangun kawasan industri. Dengan kawasan industri, produk produk Sulbar diharapkan akan lebih meningkat, sehingga berimbas pada perdagangan termasuk perdagangan luar negeri. "Mari kita doakan bersama semoga pembangunan kawasan induatri di Sulbar dapat berjalan dengan lancar" tutup Amir Marica

Read 23 times
(0 votes)