26 Apr 2019

Survei Internet Gratis Desa Marasa

Survei Internet Gratis Desa Marasa  " Desa Kebanga
 
Senin, 22  April 2019, tepat pukul 09:02 WITA, mobil Innova abu abu bernomor polisi DD 1329 FD  bergerak dari SPBU Rangas menuju keluar kota Mamuju. Lalu melintasi Le'beng, Keang serta Lakahang. 
Setelah melalui jalan berkelok dan mendaki, sekitar pukul 11:00 WITA, akhirnya kami tiba di simpang tiga poros Mamuju Mamasa-jalan menuju Desa Bebanga Kecamatan Bumal, Kab. Mamasa.
 Dua jam tiba disimpang tiga ini dari Mamuju sudah cukup singkat dibanding beberapa tahun lalu. Kini, jalan seluruhnya sudah beton mulus. Berbeda dengan 2 atau 3 tahun lalu yang harus ditempuh
dengan minimun 4 jam.
 
 
 
 
Desa Kebanga menjadi salah satu target kami melaksanakan survei dalam rangka pengadaan internet gratis Desa Marasa. Sekaligus menjadi titik pertama yang akan kami survei.
Desa dengan produk andalan Kopi ini berjarak kurang lebih tujuh kilo meter dari jalan poros. Dari jalan poros, mobil kami belok kiri lalu melintasi wilayah Desa Salurindu dan Sodangan. Separuh jalan sudah  dibeton, separuhnya masih tanah dan berlumpur. Beberapa titik jalan yang sudah dibeton tetapi kondisinya sudah rusak. Lubang dan kerikilnya sudah berhamburan.
 
Tiba di Desa Sodangan oleh karena satu titik jalan di sebuah pendakian kondisi jalannya sangat parah. Kuda besi kami harus berhenti. Joki tak berani ambil resiko. Hujan menjadi teman penambah semangat untuk tetap kukuh mencapai kantor Desa Kebanga.
Perjalanan harus dilanjutkan dengan jalan kaki sekira 400 meter termasuk melewati pendakian yang rusak itu untuk sampai ke Kantor Kecamatan. 
Dari sini kami mendapat informasi untuk sampai ke Desa Bebabanga yang berjarak 3 km, harus ditempuh dengan naik motor (ojek). Warga sekitar membantu kami mencari ojek. Sebab sebagaimana kebanyakan di kampung- kampung, tukang ojek tidak nongkrong di pangkalan. 
 
Sepanjang menuju kantor desa, semua tim survei mengaku jantungnya sempat berdetak kencang. Jalan setapak yang dibeton yang dilalui lebarnya tak lebih 1, 3 meter dengan jurang di tepinya. Medan licin karena hujan ditambah beberapa tikungan patah mendaki membuat keringat dingin beberapa surveyor. 
 
Beruntung sang pengendara ojek sudah sangat lihai dan terlihat tanpa rasa kuatir sedikitpun. Mungkin karena sudah terbiasa. Namun lagi-lagi, meski begitu kami yang dibonceng tetap sangat ketakutan. "Untuk pertama kalinya saya melalui medan seperti ini." ujar Adi salah satu surveyor. "Ini masih mendingan beberapa desa masih ada yang lebih parah, termasuk Tabang dan Nosu," sebut Yakob, Kepala Desa Bebanga.
 
Survei yang kami lakukan ini adalah dalam rangka kegiatan internet gratis Dinas Kominfo Sulbar mendukung program  MARASA. Ada 70 Desa Marasa se- Sulbar. Anggaran yang tersedia tahun 2019,  hanya dapat membiayai internet gratis di 32 Desa. 
 
Sebelum menentukan desa yang akan dipasangi internet gratis, teelebih dahulu dilaksanakan survei. Dengan tujuan untuk mengetahui kemungkinan atau kelayakan lokasi internet gratis di setiap desa. Internet gratis hanya dapat dipasang di desa yang sudah terjangkau jaringan Telkomsel.
"Semua desa marasa di survei, survei teknis seperti titik kordinat dan kekuatan signal. Selain itu juga melihat situasi seperti lokasi kantor yang dekat atau dengan perumahan. Ini agar internet gratis yang dipasang nantinya betul betul di desa yang layak. Jangan sampai dipasang tetapi tidak maksimal" ujar Apriansyah, surveyor lainnya.
 
Dari hasil survei, dititik kantor desa diperoleh bahwa Desa Kebanga masih sulit menikmati jaringan. Ada jaringan 2G. Tapi itupun timbul tenggelam. "Saya belikan antena penangkap signal, ya untuk sedikit lebih memperlancar komunikasi telpon. Tapi hanya sebatas di kantor desa"  urai Yakub.
Setelah data survei di Desa Kebanga rampung, tim kami melanjutkan perjalanan ke Desa Ralleanak. Terima kasih Pak Desa Kebanga atas fasilitasi dan  jamuannya selama kami berkunjung. (*****)
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Read 185 times Last modified on Jumat, 26 April 2019 11:38
(0 votes)